Home / Berita TNI / Danlanal Mataram Buka Suara: Mengutuk Aksi Penyeretan Perahu Secara Paksa Tanpa Mengedepankan Keselamatan Wisatawan Asing Yang Sedang Surfing 

Danlanal Mataram Buka Suara: Mengutuk Aksi Penyeretan Perahu Secara Paksa Tanpa Mengedepankan Keselamatan Wisatawan Asing Yang Sedang Surfing 

LCN – Mataram – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Mataram, Kolonel Marinir Hadi Hasny, angkat bicara terkait insiden penyeretan perahu nelayan (boatmen) di Teluk Awang, Lombok Tengah secara paksa, yang sempat viral di media sosial. Dalam konferensi video, Danlanal dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya membela negara, bukan kelompok sektoral.

Kolonel Hadi Hasny mengecam keras tindakan oknum Kasi Pol PP yang mengawal penarikan perahu nelayan tersebut, terutama karena dilakukan saat berseragam. “Kasi Pol PP bertindak tidak sebagai negarawan,” ujarnya. Ia menegaskan, tindakan semacam itu merupakan pelanggaran dan merusak citra NTB dimata dunia, peraturan jelas, tidak ada ruang untuk Sektoral.

Danlanal Mataram juga meluruskan kesalahpahaman tentang wewenang pengelolaan laut. Menurutnya, urusan laut diatur oleh negara, bukan oleh pihak-pihak tertentu yang merasa memiliki wilayah. Ia mengutip Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2024 Tentang kelautan. Undang Undang ini Mengatur aspek pengelolaan ruang Laut. menyebutkan bahwa kewenangan provinsi untuk mengelola sumber daya laut hanya sebatas 12 mil dari garis pantai.

“Kami yang ada di sini, Danlanal Mataram dengan wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa, pasti akan kami jaga. Kami juga tidak mau dikotak-kotakkan antara Teluk Awang dan Pantai Ekas,”tegasnya.

Terkait aturan adat seperti “Awik-Awik,” Danlanal meminta agar aturan tersebut hanya diterapkan untuk urusan internal, bukan untuk memecah belah atau menghalangi aktivitas nelayan lain. Ia menegaskan bahwa konflik seperti ini hanya akan menghambat kemajuan pariwisata dan ekonomi NTB.

“Bagaimana makmur mendunia NTB kalau masyarakatnya seperti ini?” sindirnya.

Kolonel Hadi Hasny menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Lanal Mataram bertindak setelah menerima laporan dari nelayan. “Saya Danlanal Mataram tidak membela siapa-siapa, kami membela negara,”pungkasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa TNI AL akan menindak tegas segala bentuk tindakan yang melanggar hukum dan berpotensi merusak keamanan dilaut,”ujarnya.

 

(Orik / LCN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *