LCN – Mataram, Malam Sabtu Kelabu, 26 Juli 2025, menjadi saksi bisu ambruknya gurita narkoba dijantung kota Mataram! Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Mataram Polda NTB, tidak main-main. Dalam sebuah operasi kilat yang mendebarkan, empat orang, termasuk seorang wanita muda yang terlibat asmara, diciduk bersama 3,4 gram sabu, bukti tak terbantahkan dari bisnis haram yang tak pandang bulu.
“Kasat Resnarkoba Polresta Mataram Polda NTB, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra,SH.MH., menyampaikan Ini bukan sekadar penangkapan biasa, ini drama kriminal berdarah dingin yang melibatkan asmara! MA, seorang perempuan yang seharusnya menikmati akhir pekan, kini mendekam dibalik jeruji bersama kekasihnya, IMDY, sang bandar. Mereka ditangkap bersama SH dan A, komplotan yang selama ini mengacaukan Mataram dengan serbuk setan.
Masih kata I Gusti “Awalnya kami tangkap SH dan MA didepan toko di Jalan Pejanggik. Mereka sedang menanti pembeli,”ungkapnya dengan nada berapi-api. Penangkapan ini membuktikan, dimata hukum, cinta tak lantas buta pada kejahatan!
Dari Penggerebekan Hingga Penjarahan Rumah.
Drama berlanjut! Interogasi kilat pada terduga pelaku SH langsung membuka kotak pandora. Tanpa buang waktu sekejap pun, tim elite Sat Resnarkoba menyerbu sarang IMDY di Gunungsari, lalu meringkus A dirumahnya. Tak hanya itu, setiap sudut lokasi penangkapan awal, rumah SH, IMDY, hingga A digeledah tanpa ampun.
Hasilnya? Seluruh barang bukti dan keempat tersangka diseret paksa ke Mapolresta Mataram, menandai akhir petualangan mereka. Ini pesan telak bagi siapapun yang berani bermain api dengan narkoba, tidak ada tempat sembunyi, tidak ada ampun! Polresta Mataram menunjukkan taringnya, membuktikan komitmennya untuk menghancurkan jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya,”papar I Gusti.
Kini, nasib keempat terduga pelaku berada diujung tanduk. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) Undang – Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Artinya, mereka terancam hukuman penjara bertahun-tahun yang akan merenggut kebebasan dan menghancurkan masa depan mereka,”ungkapnya.
Operasi ini sebagai cambuk keras! Narkoba benar-benar tidak pandang bulu, usia dan status sosial, bahkan gender, semua bisa terjerat dalam lingkaran setan ini. Kepolisian Mataram tak akan berhenti. Mereka membutuhkan mata dan telinga masyarakat untuk terus bergerak,”tandasnya.
(Orik / LCN)