Home / Berita POLRI / HUT ke-81 RI: Kapolresta Mataram Tegaskan Perpecahan Bikin Fondasi Bangsa Runtuh

HUT ke-81 RI: Kapolresta Mataram Tegaskan Perpecahan Bikin Fondasi Bangsa Runtuh

LCN – Mataram, – Menyikapi dinamika sosial dan derasnya arus informasi didunia maya, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram mengambil langkah ofensif untuk membentengi kondusifitas wilayah. Kapolresta Mataram Polda NTB, Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., menginstruksikan seluruh jajarannya untuk membumikan kembali nilai-nilai Pancasila hingga ke tingkat tapak.

Instruksi tegas tersebut disuarakan di hadapan Pejabat Utama (PJU) saat memimpin konsolidasi internal berbalut coffee morning di Markas Polresta Mataram, Selasa (18/08/2026), memanfaatkan momentum Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ditengah maraknya konten provokatif dan ujaran kebencian dimedia sosial, Kombes Pol. Hendro mengingatkan bahwa ancaman terbesar bangsa saat ini bukan lagi perbedaan, melainkan potensi perpecahan yang sengaja dipelihara diruang publik.

Kalau fondasinya retak karena perpecahan, maka semua yang kita bangun akan runtuh,”ujar Kombes Pol. Hendro Purwoko.

Menanggapi situasi tersebut, Kapolresta menekankan tiga poin krusial yang menjadi pedoman operasional anggota dilapangan, yakni edukasi digital pengamalan Pancasila: Menjadikan media sosial sebagai sarana merawat toleransi, bukan ajang menebar kebencian. “Kalau media sosial kita penuh ujaran kebencian, berarti kita sedang menjauh dari Pancasila,”tegasnya.

Mengarahkan semangat nasionalisme pada tindakan konkret sehari-hari, seperti mendukung produk lokal, menjaga integritas profesi, dan aktif menjaga ketertiban lingkungan.

Persatuan untuk Pembangunan: Menegaskan bahwa stabilitas keamanan yang mantap merupakan modal utama agar berbagai program pembangunan pemerintah didaerah dapat berjalan optimal.

Guna memastikan pesan ini sampai ke akar rumput, Kapolresta mengintruksikan jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif menyasar ruang-ruang interaksi warga, mulai dari sekolah, rumah ibadah, hingga pusat kegiatan komunitas.

Langkah ini diambil agar nilai nasionalisme tidak sekadar berhenti pada seremoni pengibaran bendera, melainkan menjadi benteng sosial yang menjaga keamanan dan keutuhan Wilayah Hukum Polresta Mataram secara berkelanjutan,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *