LCN – Lombok Barat – NTB, Suasana Hari Raya Idul Fitri terasa begitu khidmat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama petugas Lapas melaksanakan Sholat Idul Fitri secara berjamaah dilapangan dalam area Lapas, Sabtu (21/03/2026).
Sejak pagi hari, gema takbir telah berkumandang, menambah suasana religius yang menyelimuti seluruh lingkungan Lapas. Para WBP tampak mengenakan pakaian terbaik yang mereka miliki, berbaris rapi dan mengikuti jalannya ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi sarana pembinaan spiritual bagi para WBP.
“Momentum Idul Fitri ini menjadi waktu yang tepat bagi kita semua, khususnya Warga Binaan, untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki kesalahan dimasa lalu, serta memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,”ujar Fadli.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri tersebut turut diisi dengan khutbah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH Badrun, M.Pd. Dalam khutbahnya, ia menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum kembali kepada fitrah sebagai manusia yang bersih dari dosa.
Ia mengajak seluruh jamaah, khususnya para Warga Binaan, untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai titik balik dalam kehidupan. Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk berubah dan memperbaiki diri, tanpa terkecuali.
“Tidak ada kata terlambat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Idul Fitri adalah simbol kemenangan melawan hawa nafsu, sekaligus awal baru untuk menata hidup dengan nilai-nilai kebaikan,”pesan beliau dalam khutbahnya.
Dengan terselenggaranya Sholat Idul Fitri ini, Lapas Lombok Barat menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental dan spiritual para Warga Binaan, sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,”tutupnya.
(Orik / 002)








