LCN – Pasuruan, – Dibawah sinar matahari pagi yang hangat terdengar irama kerja yang harmonis. Suara palu beradu dengan kayu, derit kayu yang disusun rapi dan obrolan ringan antar pekerja mengisi udara. Itu sebagai pemandangan nyata dari semangat gotong royong yang sedang berlangsung dilokasi. Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten, Pasuruan, Sabtu (28/02/2026)
Beberapa prajurit Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan, mengenakan seragam loreng khas TNI, tengah bekerja sama dengan warga. Dua pemuda berpakaian sipil memegang rangka kayu panjang, sementara yang lain naik ke atas struktur atap yang hampir terbentuk. Pohon-pohon disekitar rumah memberikan naungan alami, menambah kesan damai ditengah kesibukan.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 ini memang dirancang untuk hadir langsung ditengah masyarakat pedesaan. Satgas yang dipimpin Letkol Inf Boga Bramiko, M.Han.., fokus pada rehabilitasi RTLH sebagai salah satu sasaran utama. Pembangunan rumah menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas hidup warga, dimana rumah sebelumnya dianggap tidak layak huni karena kondisi struktur yang rapuh dan minim perlindungan.
Bapak Saiful, pemilik rumah yang sedang direhabilitasi, tampak hadir dilokasi dengan ekspresi penuh harap. Ia mengucapkan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Satgas TMMD Ke-127 Kodim Pasuruan yang telah bersedia membantu memperbaiki rumah kami. Ini mimpi yang jadi kenyataan bagi keluarga kami. Rumah yang dulu bocor dan reyot sekarang mulai terlihat kokoh. Semoga cepat selesai dan bisa kami tempati dengan nyaman,”ujar Saiful dengan suara bergetar haru.
Kerja sama ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud nyata kepedulian TNI terhadap rakyat. Prajurit dan warga bahu-membahu mengangkut material, memasang rangka atap, hingga memastikan setiap detail terpasang dengan baik. Progres harian yang terlihat jelas membuat optimisme semakin tinggi bahwa rumah ini akan segera rampung dan memberikan rasa aman bagi keluarga Bapak Saiful.
Semangat ini menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu tentang tugas berat dimedan, tapi juga tentang mengangkat derajat hidup sesama dipelosok negeri. Desa Wonosari kini semakin dekat dengan mimpi rumah layak huni, berkat tangan-tangan yang bekerja tanpa lelah demi kebaikan bersama,”pungkasnya.
(Orik / 002)








