LCN – Mataram, – Ada yang berbeda di Mapolsek Ampenan, Rabu (14/01/2026). Suasana hangat namun sarat akan semangat pengabdian terasa kental saat Kapolresta Mataram Polda NTB, Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., MH., melakukan kunjungan kerja strategis. Bukan sekadar kunjungan rutin, momentum ini menjadi ajang konsolidasi besar-besaran untuk memastikan wilayah Ampenan dan Sekarbela tetap dalam kondisi “zona nyaman” bagi warganya.
Keamanan Bukan Hanya Tugas Polisi
Dalam arahannya yang lugas, Kombes Pol. Hendro Purwoko membedah realita dinamika sosial di Ampenan dan Sekarbela. Ia menegaskan bahwa Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) adalah fondasi mutlak pembangunan yang tidak bisa ditegakkan sendirian oleh Polri.
“Keamanan, yakni tanggung jawab kolektif. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan tokoh masyarakat adalah kunci utama stabilitas” tegas Kapolresta dihadapan jajaran Forkopimcam dan tokoh lintas sektoral.
Satu hal yang paling mencuri perhatian, yakni kerendahan hati orang nomor satu di Polresta Mataram ini. Meski terus bekerja maksimal, ia secara terbuka mengakui keterbatasan jumlah personel dan memohon maaf jika pelayanan Polri selama ini belum memenuhi seluruh ekspektasi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus berbenah. Setiap kritik dan masukan dari masyarakat adalah pijakan bagi kami untuk naik kelas dalam memberikan pelayanan,”ujarnya dalam sesi dialog yang berlangsung interaktif.
Hadirnya Camat Ampenan, Camat Sekarbela, Danramil, hingga tokoh pemuda menunjukkan bahwa “pagar” keamanan diwilayah ini semakin solid. Kapolsek Ampenan, Kompol Ahmad Majmuk, S.Pd., menyatakan kesiapannya menjalankan instruksi Kapolresta demi menciptakan situasi yang kondusif didua kecamatan yang memiliki sejarah budaya kuat tersebut.
Disisi lain, Ketua Cabang Bhayangkari Mataram Kota, Ny. Dyah Hendro Purwoko, membawa pesan edukatif bagi para istri anggota Polri. Ia mengingatkan pentingnya pola hidup sederhana dan menjadi teladan positif ditengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan seorang Bhayangkara berawal dari dukungan keluarga yang harmonis dan membumi,”tandasnya.
(Orik / 002)






