LCN – Lombok Timur, – NTB, Kabupaten Lombok Timur melakukan lompatan besar dalam memperkuat ekonomi akar rumput. Dibawah komando Bupati H. Haerul Warisin, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih resmi dipacu untuk menjadi “Soko Guru” atau tulang punggung baru perekonomian masyarakat.
Dalam acara Sosialisasi Pengawasan yang digelar di Ballroom Kantor Bupati (30/12/2025), Bupati Warisin memberikan pesan menohok, Pemerintah daerah tidak boleh ragu mengeksekusi program pusat demi rakyat.
Satu hal yang mencuri perhatian dalam pertemuan tersebut, yakni jaminan keamanan bagi para Kepala Desa. Bupati menegaskan bahwa ketakutan akan terseret masalah hukum tidak boleh menjadi alasan untuk jalan ditempat.
”Selama bekerja sesuai regulasi dan ketentuan hukum, jangan pernah khawatir. Kita diskusikan semua kendala secara terbuka,”tegas Bupati Warisin dihadapan para pengawas koperasi se-Lombok Timur.

Meski ambisius, proyek ini bukan tanpa tantangan. Dandim 1615 Lombok Timur, Letkol Infanteri Eky Anderson, mengungkapkan saat ini sudah ada 32 titik yang siap bangun. Namun, ia juga memetakan beberapa “kerikil” dilapangan, mulai dari masalah lahan yang tidak strategis hingga urusan perizinan.
Menanggapi hal itu, Bupati langsung memerintahkan Sekretaris Daerah untuk bergerak cepat mendata 26 desa yang hingga kini masih terkendala lahan. Pemda berkomitmen mencarikan jalan keluar, termasuk urusan akses jalan dan penyediaan material lokal.
Kolaborasi “Totalitas” TNI dan Pemda
Keunikan program ini terletak pada sinergi kuat antara Pemda dan TNI. Melalui peran Babinsa dan Koramil, pendataan lahan dan pemantauan pembangunan dilakukan secara real-time melalui portal digital. Ini bukan sekadar proyek fisik, akan tetapi revolusi manajemen Desa yang dipantau ketat dan berkala.
Hadirnya Koperasi Merah Putih ditiap Desa diharapkan mampu, memutus rantai tengkulak yang sering menjerat petani dan pedagang kecil. Membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal (tenaga kerja dan material diambil dari wilayah setempat).
Mempercepat perputaran uang agar tetap berputar didalam Desa sendiri.
Dengan semangat transparansi dan keberanian yang ditunjukkan dalam sosialisasi ini, Lombok Timur mengirimkan pesan kuat ke daerah lain, ekonomi kerakyatan bukan lagi sekadar jargon, melainkan aksi nyata yang siap diwujudkan,”tutupnya.
(Orik /002)






