Home / Daerah / Lombok Timur “Lari Kencang” di 2026: Tak Ada Lagi Debat Data, Fokus Sikat Stunting!

Lombok Timur “Lari Kencang” di 2026: Tak Ada Lagi Debat Data, Fokus Sikat Stunting!

LCN – Lombok Timur, – NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tidak ingin lagi terjebak dalam pusaran perdebatan data stunting yang seringkali membingungkan. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Stunting 2025 yang digelar di Pendopo Bupati, Selasa (30/12/2025).

​Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, memberikan teguran sekaligus arahan tajam mengenai perbedaan hasil antara Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan e-PPGBM. Menurutnya, menghabiskan energi untuk mempertentangkan angka adalah kesia-siaan.

​“Tidak ada data yang salah, yang ada, yakni  perbedaan metode. SSGI itu kompas kita untuk menentukan arah kebijakan, sementara e-PPGBM, yaitu alat teknis untuk mencapainya. Jangan lagi diperdebatkan, tapi sandingkan dan akurasi hasilnya agar intervensi kita pas sasaran!,”tegas Wabup Edwin dihadapan 157 peserta lintas sektor.

​Salah satu terobosan yang diumumkan dalam Rakor ini sebagai standarisasi pengukuran dilapangan. Pemerintah Kabupaten, Lombok Timur menyadari angka stunting yang tinggi bisa jadi dipicu oleh alat ukur yang tidak akurat atau SDM yang kurang terlatih.

​Kedepan kita akan menyiapkan
​Kalibrasi alat ukur untuk memastikan timbangan dan alat ukur tinggi badan berfungsi 100% akurat. ​Rekonsiliasi data akan dilakukan setiap tiga bulan agar progres penanganan lebih terukur dan tidak sekadar formalitas.

​​Meski Lombok Timur banjir prestasi dan inovasi ditingkat nasional hingga internasional sepanjang 2025, Kepala Bappeda H. Moh. Zaidarrohman mengingatkan sebuah realitas pahit. Saat ini, angka stunting Lombok Timur masih bercokol diperingkat ke-9 dari 10 kabupaten/kota di NTB.

​“Rakor ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Kita harus melahirkan kesepakatan intervensi yang konkret, terutama untuk wilayah kantong stunting. Perencanaan 2026 harus dimulai dari data yang benar, karena perencanaan yang baik adalah setengah dari kemenangan,”ujar Zaidarrohman.

​Dengan semangat Lombok Timur SMART, kolaborasi tidak lagi hanya diatas kertas. Keterlibatan BAZNAS, perbankan, NGO, hingga tokoh agama dalam rakor ini menandakan urusan stunting bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, melainkan “keroyokan” seluruh elemen masyarakat.

​Lombok Timur kini menatap 2026 dengan satu visi, memastikan setiap balita di Bumi Gora tumbuh sehat demi menyongsong Indonesia Emas 2045,”tandasnya.

 

(Orik / LCN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *