Home / Berita TNI / Masifnya Dugaan Illegal Logging di Kawasan Hutan Tambora, Kepala Resort KPH Tambora Junaidin S.os Turun Langsung Lakukan Patroli

Masifnya Dugaan Illegal Logging di Kawasan Hutan Tambora, Kepala Resort KPH Tambora Junaidin S.os Turun Langsung Lakukan Patroli

LCN – DOMPU – NTB, Masifnya dugaan praktik pembalakan liar atau illegal logging di kawasan hutan wilayah KPH Resort Pekat menjadi perhatian serius para aktivis peduli lingkungan, Selasa (20/10/2026).

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kelestarian hutan Gunung Tambora yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Resort KPH Tambora, Junaidin, S.Sos., mengambil langkah cepat dengan mengerahkan anggota untuk melaksanakan patroli dan pemantauan di sejumlah titik kawasan hutan yang menjadi wilayah pengawasannya.

Dalam kegiatan patroli tersebut, petugas berhasil mengamankan dua unit mesin gergaji rantai atau senso yang ditemukan tertinggal di lokasi. Kedua alat tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan Tambora.

Dugaan sementara, mesin senso tersebut ditinggalkan oleh pemiliknya karena khawatir diketahui oleh anggota yang sedang melaksanakan patroli. Namun, kepemilikan alat serta keterkaitannya dengan dugaan aktivitas pembalakan liar masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah patroli ini dinilai penting sebagai upaya pengawasan dan pencegahan terhadap potensi kerusakan hutan yang semakin mengkhawatirkan. Terlebih, kondisi kemarau panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan lingkungan dan memperburuk dampak apabila kawasan hutan terus mengalami tekanan akibat aktivitas penebangan yang tidak terkendali.

Aktivis peduli lingkungan berharap patroli dan pemantauan tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi dilaksanakan secara rutin dan menyeluruh, khususnya di titik-titik yang rawan terjadi penebangan kayu tanpa izin.

Masyarakat juga mendesak agar pengawasan diperkuat serta setiap temuan di lapangan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jika ditemukan bukti pelanggaran, aparat berwenang diharapkan segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Kelestarian hutan Tambora merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan sinergi antara petugas KPH, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, aktivis lingkungan, dan masyarakat untuk mencegah pembalakan liar serta menjaga kawasan hutan Tambora agar tetap lestari bagi generasi mendatang,”pungkasnya.

 

(Orik / 002/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *