Home / Berita TNI / MBG Menyasar Tiga Desa di Gunungsari, Babinsa Pastikan Distribusi Lancar

MBG Menyasar Tiga Desa di Gunungsari, Babinsa Pastikan Distribusi Lancar

LCN – Lombok Barat, NTB – Sebanyak 2.526 penerima manfaat di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyaluran yang menyasar tiga desa tersebut mendapat pengawalan Babinsa Koramil 1606-07/Gunungsari untuk memastikan distribusi berjalan aman, tertib dan tepat sasaran, Selasa (11/08/2026).

Program MBG disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Nurul Hidayah Alfalah Desa Midang, dengan sasaran penerima di Desa Midang, Desa Mekar Sari, dan Desa Mambalan.

Pengawalan dilakukan Babinsa Desa Midang Sertu Parhan Taufiq, Babinsa Mekar Sari Serda I Wayan Agus Artha, dan Babinsa Mambalan Sertu L. Martha Ijaswadi.

2.526 Penerima Jadi Sasaran

Dari total penerima, sebanyak 2.096 merupakan siswa, sedangkan 430 lainnya masuk kelompok 3B, terdiri atas balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.

Kelompok penerima manfaat tersebut meliputi 25 ibu hamil, 82 ibu menyusui, dan 323 balita.

Sementara dari kalangan pendidikan, penerima berasal dari sejumlah sekolah ditiga Desa. Di antaranya SDN 1 Midang sebanyak 342 penerima, SDN 2 Midang 161 penerima, SDN 3 Midang 188 penerima, dan SDN 2 Mekar Sari sebanyak 207 penerima, serta sekolah lainnya.

Besarnya jumlah penerima membuat proses distribusi membutuhkan koordinasi yang baik antara SPPG, sekolah, tenaga gizi, Babinsa dan masyarakat.

Babinsa Desa Midang Sertu Parhan Taufiq mengatakan, pengawalan dilakukan untuk membantu memastikan proses penyaluran berjalan sesuai sasaran. “Kami membantu memastikan distribusi berjalan tertib, aman dan tepat sasaran. Karena jumlah penerima cukup banyak, koordinasi dengan pihak sekolah, SPPG dan masyarakat sangat penting agar tidak terjadi kendala dilapangan,”ujarnya.

Menurutnya, Babinsa akan terus mendukung pelaksanaan program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diwilayah binaan. “Harapannya, makanan yang sudah disiapkan dapat diterima oleh penerima sesuai data dan memberikan manfaat bagi anak-anak maupun kelompok masyarakat yang menjadi sasaran,”katanya.

Dari sisi pemenuhan gizi, proses penyusunan menu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan penerima manfaat.

Ahli Gizi MBG Suparman, S.Gz., mengatakan makanan yang diberikan diupayakan memiliki komposisi yang seimbang dan sesuai kebutuhan gizi. “Kami memperhatikan keseimbangan antara karbohidrat, protein, sayuran dan buah. Jadi, makanan yang diberikan tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan dan kesehatan penerima manfaat,”jelasnya.

Pada penyaluran tersebut, menu yang diberikan terdiri atas nasi putih, telur goreng balado, tempe goreng bumbu kuning, tumis wortel, kembang kol dan jagung, serta buah kelengkeng.

Suparman menambahkan, evaluasi terhadap menu dan proses pelayanan terus dilakukan agar kualitas program dapat dipertahankan.“Masukan dari sekolah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam evaluasi. Kami ingin kualitas makanan dan pelayanan terus meningkat,”ujarnya.

Bagi masyarakat, program MBG tidak hanya dipandang sebagai pembagian makanan, tetapi juga sebagai dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Salah seorang ibu penerima manfaat mengaku bersyukur dengan adanya program tersebut. “Kami merasa terbantu, terutama untuk memenuhi makanan bergizi bagi anak. Anak-anak juga senang mendapatkan menu seperti ini. Semoga programnya terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,”ungkapnya.

Antusiasme serupa terlihat dari kalangan siswa. Menu yang terdiri dari makanan pokok, lauk, sayuran dan buah menjadi salah satu hal yang menarik perhatian penerima.

Pengawalan Selaras dengan Penguatan Tata Kelola MBG

Pengawalan ditingkat wilayah menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program MBG yang terus diperkuat pemerintah.

Sudaryono, yang dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 22 Juli 2026, menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan kualitas pelaksanaan MBG agar program tersebut dapat memberikan manfaat secara optimal kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya di Gunungsari, Babinsa tidak mengambil alih tugas teknis SPPG. Kehadiran aparat kewilayahan difokuskan pada membantu menjaga ketertiban, keamanan, kelancaran distribusi, serta koordinasi dilapangan.

Dengan jumlah penerima mencapai ribuan orang, sinergi antara SPPG, tenaga gizi, sekolah, aparat kewilayahan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran penyaluran.

Proses penyaluran diawali dari persiapan makanan di SPPG Yayasan Nurul Hidayah Alfalah Desa Midang. Paket kemudian didistribusikan menuju sekolah dan kelompok penerima manfaat ditiga Desa sasaran.

Babinsa turut memantau proses tersebut untuk membantu memastikan distribusi berlangsung sesuai rencana.

Seluruh rangkaian kegiatan penyaluran MBG diwilayah Desa Midang, Desa Mekar Sari dan Desa Mambalan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Program MBG di Gunungsari pada akhirnya bukan hanya tentang jumlah paket yang dibagikan. Dibalik ribuan porsi makanan yang tersalurkan, terdapat upaya bersama untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan bergizi dan kelompok rentan memperoleh perhatian yang layak.

Dari dapur SPPG hingga ke meja makan penerima, setiap proses menjadi bagian dari tujuan yang lebih besar yakni membangun masyarakat yang sehat melalui pemenuhan gizi sejak dini,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *