LCN – Mataram, — Suasana dini hari di Pulau Lombok yang tenang mendadak mencekam. Berawal dari kecurigaan di pinggir jalan, Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram menggelar operasi berantai lintas wilayah yang menyapu bersih sejumlah titik panas, mulai dari pusat kota Mataram hingga kawasan wisata Senggigi, Rabu (14/10/2026) dini hari.
Dalam penyergapan maraton yang berlangsung dramatis sejak pukul 00.20 WITA tersebut, polisi berhasil mengamankan enam orang (4 pria dan 2 wanita) beserta barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi.
Perburuan ini bermula dari laporan masyarakat yang langsung ditindaklanjuti dengan pengintaian senyap. Di pinggir jalan kawasan Saptamarga, Cakranegara, petugas menghentikan gerak-gerik dua laki – laki mencurigakan.
Penggeledahan cepat di tempat membuahkan hasil ditemukannya barang bukti narkoba yang menjadi ‘pintu masuk’ untuk membongkar jaringan yang lebih luas.
Tak butuh waktu lama, dari nyanyian para terduga awal, tim Opsnal langsung bergerak cepat melancarkan operasi berantai (domino effect).
Kamar Hotel Jalan, Sriwijaya Petugas mengobrak-abrik kamar hotel yang dijadikan tempat persembunyian dan menemukan barang bukti tambahan.
Area Parkir Tempat Hiburan Malam Senggigi, Menyisir hingga ke pusat hiburan malam, seorang pria dibekuk tanpa perlawanan di area parkir. Penyergapan berlanjut ke rumah kos, tempat dua orang perempuan diringkus bersama perlengkapan narkoba. Kamar Kos Saptamarga, Operasi ditutup dengan penangkapan seorang pria di lokasi kos terakhir.
Dari tangan para terduga, Polresta Mataram berhasil menyita, 4,46 gram diduga sabu, 0,27 gram diduga ekstasi. Puluhan alat komunikasi, alat hisap (bong), serta perlengkapan pendukung peredaran gelap.
Kasat Resnarkoba Polresta Mataram Polda NTB, AKP Abisatya Darma Wiryatmaja, S.Tr.K., S.I.K., menegaskan pihak penyidik kini tengah mendalami peran masing-masing terduga untuk membongkar asal-usul barang haram tersebut.
“Para terduga masih kita periksa. Terduga pengedar pasti diproses hukum secara tegas. Sementara bagi yang murni pemakai, kami koordinasikan dengan BNN Kota Mataram untuk proses rehabilitasi,”tegas AKP Abisatya.
Langkah tegas ini menjadi bukti komitmen Polresta Mataram dalam mengusung semangat: “Pulihkan Pengguna, Berantas Mata Rantai Bandar Narkoba, Polisi Bersama Masyarakat.”ujarnya.
(Orik / 002)






