LCN – Lombok Utara, – NTB, Hamparan tanaman semangka yang menghijau di Bangket Baro, Dusun Batu Menjangkong, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) tidak hanya menjanjikan panen yang melimpah. Dibalik deretan tanaman yang tumbuh subur itu, tersimpan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Semangat itulah yang tampak ketika Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Anyar, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-03/Bayan, Serka Rupawan, turun langsung melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama petani semangka binaannya, Sabtu (01/08/2026).
Dilahan seluas ±25 are milik Herman, yang bermitra dengan PT Panah Merah, Serka Rupawan tidak sekadar melakukan kunjungan. Ia hadir membawa motivasi, mendengarkan aspirasi, sekaligus memberikan dorongan moral agar para petani tetap optimistis menghadapi tantangan disektor pertanian.
Bagi TNI, menjaga ketahanan bangsa bukan hanya dilakukan melalui pertahanan wilayah, tetapi juga dengan memastikan masyarakat memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Karena itu, keberadaan Babinsa ditengah para petani menjadi bagian dari komitmen TNI untuk terus mendampingi rakyat dalam berbagai aspek kehidupan.
Dalam suasana penuh keakraban, Serka Rupawan mengajak para petani agar terus meningkatkan kualitas budidaya, memanfaatkan teknologi pertanian secara bertahap, serta menjaga semangat kerja sama demi menghasilkan panen yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi.
“Ketahanan pangan dimulai dari semangat para petani. Tugas kami adalah hadir, mendampingi, dan memberikan motivasi agar mereka terus berkarya. Ketika petani kuat, pangan akan terjaga dan bangsa pun semakin kokoh,”tegas Serka Rupawan.
Bagi para petani, perhatian yang diberikan Babinsa memiliki arti lebih dari sekadar pendampingan. Kehadiran mereka menjadi penyemangat yang membangun rasa percaya diri untuk terus mengembangkan usaha pertanian meskipun berbagai tantangan, mulai dari cuaca hingga fluktuasi harga, masih menjadi bagian dari keseharian petani.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Herman, pemilik lahan semangka. Ia mengaku merasa lebih termotivasi karena Babinsa selalu hadir memberikan dukungan dan perhatian terhadap perkembangan pertanian diwilayahnya.
“Kami merasa diperhatikan dan didukung. Kehadiran Babinsa menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja lebih giat, meningkatkan kualitas panen semangka, dan ikut berkontribusi menjaga ketahanan pangan. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjalin demi kemajuan pertanian di Desa Anyar, “ungkapnya.
Pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung program strategis pemerintah menuju swasembada pangan. Ketahanan pangan yang kuat tidak hanya bergantung pada hasil panen, tetapi juga lahir dari kebersamaan, kepedulian dan semangat gotong royong seluruh elemen bangsa.
Dari ladang semangka di Desa Anyar, tersirat pesan bahwa desa memiliki peran besar dalam menopang ketahanan pangan nasional. Ketika petani mendapatkan pendampingan, motivasi, dan rasa aman dalam bekerja, produktivitas pun meningkat, kesejahteraan masyarakat perlahan terangkat dan cita-cita mewujudkan Indonesia yang mandiri dibidang pangan semakin nyata.
Melalui komunikasi sosial yang humanis dan berkesinambungan, Babinsa tidak hanya menjadi aparat teritorial, tetapi juga sahabat bagi masyarakat. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa TNI selalu berada ditengah rakyat, berjalan bersama petani dan menguatkan langkah menuju masa depan pertanian yang lebih maju, tangguh, serta berdaya saing,”pungkasnya.
(Orik / 002)






