LCN – Lombok Barat, – NTB, Dibawah langit malam yang tenang, percikan api dari proses pengelasan menjadi saksi semangat kebersamaan yang tak pernah padam. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda insisiasi Presiden Prabowo Subianto di Dusun Kebon Kongok, Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, wilayah teritorial Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram kini memasuki tahap penting, yakni pengelasan ankur, Selasa malam (05/05/2026).
Tahapan ini bukan sekadar pekerjaan teknis biasa. Pengelasan ankur merupakan fondasi utama yang akan mengikat struktur jembatan agar kokoh dan tahan lama. Disinilah masa depan akses masyarakat dipertaruhkan, antara harapan akan kemudahan mobilitas dan peningkatan kesejahteraan.
Pengawas harian, Pelttu Selamet Basuki, menjelaskan proses ini menjadi titik krusial dalam keseluruhan pembangunan. Ia menuturkan bahwa personel Kodim 1606/Mataram yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) tersebut bersama warga setempat bekerja dengan penuh semangat dan kekompakan. “Ankur berfungsi sebagai pengikat utama antara pondasi dan rangka jembatan. Kekuatan konstruksi sangat ditentukan pada tahap ini,”ujarnya.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan dilapangan, mulai dari kondisi medan hingga waktu pengerjaan yang harus dikejar, semangat gotong royong tetap menjadi energi utama. Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga sebagai mitra yang menghidupkan kembali nilai kebersamaan.
Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Sahabudin (40), salah satu warga setempat, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia berharap pembangunan ini dapat segera rampung dan memberi manfaat nyata. “Kami sangat terbantu, terutama untuk membawa hasil kebun dan pertanian. Semoga pengerjaannya lancar sampai selesai, 30 tahun lebih kami menanti akan hadirnya jembatan ini, terima kasih Bapak Presiden Prabowo yang telah mewujudakan nya” tuturnya penuh harap.
Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, Jembatan Perintis Garuda diyakini akan menjadi penghubung vital bagi aktivitas warga. Tidak hanya memperlancar transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang selama ini terhambat.
Dibalik setiap percikan api las malam itu, tersimpan harapan besar masyarakat, bahwa suatu hari nanti, jembatan ini akan menjadi simbol kuatnya persatuan dan kerja sama antara TNI dan rakyat,”tandasnya.
(Orik / 002)







