Home / Uncategorized / Rasau Jaya Jadi Salah Satu Lokasi Penanganan, Pemadaman Berlangsung Lima Hari

Rasau Jaya Jadi Salah Satu Lokasi Penanganan, Pemadaman Berlangsung Lima Hari

Timcyber ||KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kalimantan Barat. Hingga Sabtu (29/8/2026), tim gabungan masih melakukan pemadaman di sejumlah wilayah rawan, termasuk di Desa Rasau Jaya Tiga, Kabupaten Kubu Raya.

Tim Manggala Agni Daops Kalimantan VIII/Pontianak telah melakukan pemadaman di wilayah tersebut selama kurang lebih lima hari. Sebanyak 12 personel terlibat dalam penanganan sejak hari pertama, dengan dukungan personel dari Daops Sulawesi.

Penanganan karhutla di lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api dan bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat. Pembasahan dan pendinginan lahan terus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul.

Kementerian Kehutanan sebelumnya juga memperkuat penanganan karhutla dengan mengerahkan 758 personel Manggala Agni yang diperkuat 45 personel tambahan dari Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan. Personel tersebut mendukung penanganan karhutla, khususnya di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Personel Manggala Agni Daops Kalimantan VIII/Pontianak menjalankan shalat di lokasi lahan gambut yang terbakar di Sekunder C, Rasau Jaya 3,

Selain Kubu Raya, kebakaran lahan gambut juga terjadi di Kota Singkawang, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, terbakar. Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Upaya pencegahan juga dilakukan di wilayah lain. Di Kabupaten Sambas, anggota Koramil 04/Jawai bersama masyarakat membangun sumur bor di Desa Sarang Burung Kuala untuk mendekatkan sumber air ke lokasi yang rawan karhutla. Langkah tersebut dilakukan karena keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Pemerintah dan aparat terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Kewaspadaan dinilai penting karena kondisi lahan yang kering dapat mempercepat penyebaran api.

Sementara itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah datang langsung ke Kalimantan Barat untuk melihat kondisi lapangan dan memimpin rapat penanganan karhutla. Pemantauan pemerintah saat itu menunjukkan titik panas tersebar terutama di Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, Sanggau, Sintang, dan Sambas.

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. Kolaborasi antara petugas, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampak asap terhadap lingkungan dan kesehatan warga.

Sumber berita oleh:
Fadilla Nur Zikra (Kalbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *