LCN – Kutai Barat – Personel Kodim 0912/Kutai Barat bersama tim gabungan dari berbagai instansi berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan KM 28 Jalan Hauling PT CAM, Kampung Sempant, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Senin (02/11/2026).
Kebakaran yang terdeteksi sekitar pukul 12.00 WITA tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih 10 hektare. Berkat upaya bersama dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan pada pukul 23.30 WITA.
Informasi awal kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kutai Barat dari karyawan PT CAM yang melaporkan adanya kebakaran lahan di sekitar KM 28 Jalan Hauling perusahaan tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim pemadam gabungan segera bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 13.10 WITA untuk melakukan upaya pemadaman.
Proses pemadaman melibatkan 89 personel gabungan yang terdiri dari Kodim 0912/Kbr, Koramil 0912-06/Damai, BPBD Kutai Barat, Polsek Damai, Polres Kutai Barat, Brimob Melak, Kecamatan Damai, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, KPHP, PT PSJ, serta masyarakat setempat.
Untuk mendukung proses pemadaman, dikerahkan sejumlah armada dan kendaraan operasional, meliputi satu unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) WS Kodim 0912/Kbr, enam unit Damkar slip-on BPBD, satu unit Damkar WS BPBD, satu unit URC Manggala Agni, satu unit Damkar WS Kecamatan Damai, tiga unit WS PT CAM, satu unit Hilux, serta satu unit truk Polres Kutai Barat.
Sinergi lintas instansi tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, terutama untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas ke kawasan lahan lainnya. Keterlibatan personel TNI bersama unsur terkait juga menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kutai Barat.
Berdasarkan laporan di lapangan, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian personel dalam kejadian tersebut. Sementara itu, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare.
Adapun penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Melalui kerja sama dan kesiapsiagaan seluruh unsur, diharapkan penanganan karhutla di wilayah Kutai Barat dapat terus dilakukan secara cepat dan terpadu, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah kondisi yang rawan terjadi kebakaran,”tandasnya.
(Orik / 002)






