Home / Hukrim / Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polresta Mataram Libas Dua Jaringan dalam Semalam! ​

Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polresta Mataram Libas Dua Jaringan dalam Semalam! ​

LCN – Mataram, – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Mataram Polda NTB, benar-benar tidak memberikan ruang napas bagi para pengedar. Hanya dalam hitungan jam dihari yang sama, Senin (16/02/2026), tim besutan AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra sukses membongkar dua kasus narkoba dilokasi berbeda.

Kasat Resnarkoba Polresta Mataram Polda NTB, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, SH, MH., menerangkan setelah sukses melakukan penyergapan pada sore hari di Mataram dan Labuapi, Tim kembali beraksi dibawah kegelapan malam. Kali ini, Desa Bugbug, Lingsar, menjadi saksi bisu runtuhnya “bisnis haram”, dua pemuda setempat,”jelasnya.

​Lebih lanjut, I Gusti mengungkapkan Penyergapan Tengah Malam di Lingsar
​Sekitar pukul 22.00 WITA. Tim mengepung sebuah rumah yang diduga kuat menjadi sarang transaksi. Dua pemuda, yakni APS (23) dan AA (20), tak berkutik saat polisi merangsek masuk. Dari tangan mereka, petugas mengamankan paket “komplit”:
​3,72 gram Sabu siap edar, 2 butir Pil Ekstasi.
​Sejumlah uang tunai yang diduga kuat merupakan “cuan” hasil merusak generasi bangsa,”paparnya.

“Kami bergerak cepat merespons keresahan masyarakat. Hasilnya, selain barang bukti narkotika, alat hisap dan uang tunai hasil transaksi juga kami sita,” tegas I Gusti.

​Keberhasilan ini menjadi sorotan karena hanya berselang 5 jam setelah pengungkapan kasus pertama di Mataram dan Labuapi (pukul 17.00 WITA). Meski sejauh ini kedua kasus tersebut belum terindikasi dalam satu jaringan yang sama, polisi mencium adanya pola peredaran yang kian nekat.

Karir gelap APS dan AA dipastikan berakhir dibalik jeruji besi. Penyidik menjerat mereka dengan Pasal 114 ayat (1) Undang – Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang kini telah disesuaikan dengan KUHP Baru Undang – Undanf RI Nomor 1 Tahun 2026).
​Keduanya kini terancam “menginap” dihotel prodeo hingga 12 tahun penjara. Tim pun masih terus melakukan pengembangan untuk mengejar siapa “pemain besar” dibalik pasokan sabu dan ekstasi tersebut,”ujarnya.

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *