Home / Berita TNI / TNI dan Warga ‘Kepung’ Dusun Joben, Kompak Pasang Jembatan Aramco

TNI dan Warga ‘Kepung’ Dusun Joben, Kompak Pasang Jembatan Aramco

LCN -:Lombok Timur, – NTB, Deru gotong royong memecah keheningan di Dusun Joben, Desa Pesanggrahan, Kabupaten Lombok Timur, Jumat pagi (12/06/2026). Ratusan warga bersama personel TNI dari Koramil 1615/06 Terara tampak tumpah ruah, bahu-membahu dalam misi penting: memasang jembatan Aramco untuk membuka akses wilayah yang lebih baik.

Aksi nyata yang dipimpin langsung oleh Danramil 1615/06 Terara, Kapten Inf Hengki, ini memperlihatkan pemandangan yang luar biasa. Tanpa sekat, anggota TNI dan masyarakat bersimbah keringat, menggotong dan menyusun material demi fasilitas publik yang dinantikan warga.

Danramil 1615/06 Terara, Kapten Inf Hengki, menyebut momen ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan manifestasi nyata dari ruh TNI yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat.

“Gotong royong hari ini sebagai bukti otentik kemanunggalan TNI bersama rakyat diwilayah binaan. Ini adalah kekuatan kita. Mari kita jaga spirit ini untuk mengawal dan mensukseskan program-program pemerintah pusat demi kesejahteraan masyarakat didaerah,”tegas Kapten Inf Hengki ditengah keriuhan lokasi kerja bakti.

Hadirnya program jembatan Aramco ini menjadi angin segar sekaligus kado istimewa bagi produktivitas warga Desa Pesanggrahan. Sinergi yang kuat dilapangan pun memicu apresiasi mendalam dari pihak pemerintah Desa.

Diwaktu yang sama, Kepala Desa Pesanggrahan, Agus Muliadi, tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas kepedulian institusi TNI terhadap Desanya.

“Kami atas nama warga memberikan apresiasi tertinggi dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Kodam IX/Udayana beserta seluruh jajaran. Program jembatan Aramco di Desa kami ini jawaban atas kebutuhan akses mobilitas warga,”ungkap Agus Muliadi penuh syukur.

Dengan rampungnya pemasangan jembatan Aramco ini, akses transportasi di Dusun Joben dipastikan kian mulus. Lebih dari itu, jembatan ini menjadi monumen hidup seberat apa pun pembangunan, akan terasa ringan jika dikerjakan dengan modal utama bangsa: gotong royong,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *