LCN – Lombok Timur, — NTB, Isak tangis haru dan raut lega tak mampu disembunyikan dari wajah para warga transmigran di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Jeringo, Desa Puncak Jeringo, Kecamatan Suela.
Bagaimana tidak? Setelah menahan sabar dan ketidakpastian selama 16 tahun panjang sejak direlokasi pada tahun 2009, mimpi mereka untuk memiliki kepastian hukum atas tanah yang mereka pijak akhirnya berubah menjadi kenyataan.
Bertempat di Pendopo Bupati Lombok Timur pada Kamis (15/10/2026), suasana mendadak emosional saat Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, secara simbolis menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada 109 Kepala Keluarga (KK).
Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh jajaran Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Disnakertrans Lombok Timur, serta Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lombok Timur.
Bagi 109 KK penerima, yang merupakan bagian dari warga terdampak relokasi pembangunan Bendungan Pandan Dure sejak 2009 lalu—lembaran SHM di tangan mereka bukan sekadar kertas biasa.
Dokumen legalitas itu, yakni mahakarya perjuangan panjang, hasil penguraian benang kusut konflik pertanahan belasan tahun yang kini resmi dinyatakan bebas sengketa.
Penerbitan sertifikat ini menjadi buah manis dari kerja keras kolaboratif Pemkab Lombok Timur, Kementerian Transmigrasi, serta jajaran BPN melalui program percepatan pendaftaran tanah (PTSL).
“Dari tahun 2009 sampai 2013, warga Desa Jeringo hanya bisa bermimpi kapan sertifikat ini terbit. Hari ini, mimpi itu kita wujudkan. Satu per satu masalah pertanahan kita tuntaskan agar apa yang menjadi hak murni masyarakat benar-benar kembali ke tangan mereka,”tegas Bupati H. Haerul Warisin di hadapan para warga.
Bupati secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran BPN Kabupaten Lombok Timur yang dinilai gesit, cerdas, dan responsif dalam membedah serta menyelesaikan komplikasi sengketa lahan transmigrasi.
Gebrakan Besar: Target Sapu Bersih Sengketa Lahan Desember 2026!
Penyerahan 109 sertifikat ini rupanya baru pembuka dari gebrakan besar-besaran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Pemerintah Pusat.
Dihadapan insan pers dan jajaran pejabat, Bupati menyampaikan komitmen tegas: seluruh sengketa lahan transmigrasi di Lombok Timur target tuntas total pada Desember 2026!
Penuntasan tak main-main ini akan langsung menyasar titik-titik krusial yang bertahun-tahun membeku, antara lain, yaitu
UPT Dara Kunci, Lahan eks-HGU Sembalun Kusuma Emas di kaki Gunung Rinjani, Sembalun, Sisa 88 KK UPT Jeringo (dari total 197 KK) yang saat ini dalam tahap finalisasi akhir.
Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, Aidy Furqon, menegaskan NTB, terus melakukan akselerasi di empat kawasan transmigrasi utama (Selaparang/Puncak Jeringo Lombok Timur, Sekongkang, Labangka, Plampang Sumbawa, hingga Tambora Bima).
“Sesuai arahan, strategi kita tajam dan jelas, kawasan mana yang sudah bersih dari polemik dan sengketa, itu yang langsung kita eksekusi sertifikatnya tanpa ditunda-tunda,”ujar Aidy.
Pemerintah menegaskan bahwa keadilan bagi warga transmigran tidak berhenti pada selembar sertifikat. Di bawah payung program terpadu Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Timur, kawasan UPT Jeringo kini disulap menjadi kawasan pemukiman yang mandiri dan berdaya saing tinggi melalui berbagai intervensi nyata.
Perlindungan Kesehatan 100%. Seluruh warga UPT Jeringo kini resmi mengantongi kepesertaan BPJS Kesehatan. Bupati meminta warga tak ragu melapor jika menemukan hambatan dalam pelayanan kesehatan.
Pembangunan dan revitalisasi gedung Sekolah Dasar (SD) Jeringo, penyediaan fasilitas sanitasi/toilet sekolah, hingga perluasan akses air bersih warga.
Penyaluran bantuan modal usaha dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten, pelatihan keterampilan kerja berkelanjutan, hingga pembinaan UMKM agar warga tak sekadar punya tempat tinggal, tapi juga punya mata pencaharian mandiri yang kuat.
“Sertifikat ini sebagai masa depan anak-cucu kita. Jaga dan manfaatkan lahan ini sebaik-baiknya untuk kesejahteraan keluarga.
Bersama-sama, kita buktikan Lombok Timur bisa menjadi kabupaten yang maju dan sejahtera!,”tutup Bupati Haerul Warisin memungkas acara disambut tepuk tangan riuh para warga.
(Orik / 002)







