Home / Daerah / Inovasi Mahasiswa UMM Hidupkan UMKM Pesisir: Lempuk Crispi Naik Kelas Berkat Sentuhan AI

Inovasi Mahasiswa UMM Hidupkan UMKM Pesisir: Lempuk Crispi Naik Kelas Berkat Sentuhan AI

LCN – PASURUAN – Di tengah gempuran persaingan pasar digital, angin segar datang bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pesisir Pasuruan. Sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil membawa produk lokal, lempuk crispi, naik kelas melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Aksi nyata ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 1, yang bertujuan mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian kampus secara langsung.

Lempuk crispi, makanan khas berbahan dasar ikan yang menjadi kebanggaan warga Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, selama ini hanya dipasarkan secara terbatas di wilayah lokal. Keterbatasan promosi menjadi kendala utama produk renyah dan gurih ini untuk dikenal lebih luas.

Menyadari tantangan tersebut, Ketua PMM Kelompok 1, Deni Aulia, bersama timnya, memulai langkah strategis dengan melakukan wawancara mendalam dengan pemilik usaha. “Kami ingin memahami secara detail proses pembuatan, pengemasan, dan kendala yang mereka hadapi. Data ini menjadi fondasi kami untuk menyusun strategi promosi yang tepat,”jelas Deni.

Berbekal informasi tersebut, para mahasiswa menciptakan katalog digital yang menarik. Katalog ini tidak hanya berisi foto produk, harga, dan varian kemasan, tetapi juga menampilkan cerita unik di balik proses pembuatannya. Katalog digital ini dirancang dalam bentuk tautan yang mudah dibagikan melalui media sosial, memungkinkan promosi menjangkau audiens yang lebih luas tanpa biaya besar.

Tak hanya itu, para mahasiswa juga memberikan pelatihan intensif selama sebulan kepada pelaku UMKM. Mereka mengajarkan cara memanfaatkan AI untuk membuat desain promosi yang profesional dan menulis deskripsi produk yang memikat. Siti, salah satu pemilik usaha lempuk crispi, mengaku sangat terbantu. “Dulu saya cuma mengandalkan foto seadanya. Sekarang, saya jadi tahu cara bikin poster digital sendiri berkat bantuan mereka,”ungkap Siti dengan penuh semangat.

Siti juga menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa UMM memberikan motivasi baru baginya. “Saya tidak menyangka anak-anak kuliah mau turun langsung membantu kami. Produk ini jadi punya peluang lebih besar untuk dikenal orang luar,” ujarnya.

Anggota PMM, Ahmad Iqbal, menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi UMKM. “Jika tidak dimulai dari sekarang, UMKM bisa tertinggal. AI adalah peluang besar untuk promosi yang cepat dan murah,” kata Iqbal.
​Program PMM ini menjadi bukti nyata sinergi positif antara dunia pendidikan dan sektor ekonomi. Mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan teori, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat, sementara pelaku usaha mendapatkan akses pengetahuan baru yang sebelumnya sulit dijangkau.

Deni Aulia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh produktif. “Pengabdian bukan hanya teori, tapi tindakan nyata yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat,”pungkasnya.

(Orik / LCN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *