LCN – ATAMBUA – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal (Purn) TNI Sjafrie Sjamsoeddin, dalam kunjungan kerja strategis ke Kampus Politeknik Pertahanan (Poltekhan) Universitas Pertahanan (Unhan) Ben Mboi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/01/2026).
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat visi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) pertahanan, khususnya diwilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia Republik Demokratik Timor Leste (RI–RDTL).
Setibanya di Bandara A.A. Bere Tallo Atambua, Menhan RI yang didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Irjen Kemhan RI Letjen TNI Rui F. G. P. Duarte, Kabacadnas Letjen TNI Gabriel Lema, Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn) Dr. Anton Nugroho, Aspers Kasad Mayjen TNI I Wayan Suarjana, serta sejumlah pejabat Kemhan RI. Rombongan disambut hangat oleh Dekan Poltekhan Ben Mboi bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Belu, ditandai dengan prosesi adat pengalungan kain Tais oleh Bupati Belu sebagai simbol penghormatan dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Di kampus kebanggaan masyarakat Belu tersebut, rombongan mendapat sambutan meriah melalui penampilan Drumband Cadet Unhan yang memukau. Menhan RI bersama Pangdam IX/Udayana juga meninjau stand pameran hasil karya inovatif Cadet Mahasiswa D-3 Fakultas Vokasi Logistik Militer, yang menampilkan berbagai produk dan inovasi sebagai wujud kompetensi teknis dibidang logistik militer.
Dalam arahannya, Menhan RI Jenderal (Purn) TNI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa disiplin merupakan pondasi utama dalam membentuk jati diri seorang prajurit. Ia mengingatkan para kadet untuk memanfaatkan secara maksimal seluruh fasilitas pendidikan yang telah disiapkan negara.
“Disiplin prajurit adalah napasku. Tugas seorang kadet adalah belajar dan terus belajar untuk meraih tujuan yang setinggi-tingginya. Tidak ada tempat bagi kemalasan dalam dunia keprajuritan,”tegas Menhan dihadapan ratusan kadet.
Menhan juga menekankan bahwa para kadet merupakan representasi nyata Bhinneka Tunggal Ika yang harus menjunjung tinggi jiwa korsa, loyalitas, serta kepatuhan terhadap pimpinan. “Kalian adalah tumpuan masa depan bangsa. Dipundak kalianlah kehormatan dan kedaulatan negara ini dipertaruhkan,”imbuhnya.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Pertahanan RI diwilayah perbatasan, khususnya Kabupaten Belu yang berada dalam wilayah hukum Kodam IX/Udayana, merupakan bukti nyata perhatian dan komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan militer didaerah terdepan.
“Kunjungan kerja Menteri Pertahanan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam membangun SDM pertahanan yang unggul, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan. Kehadiran beliau menjadi motivasi besar bagi para kadet untuk terus meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan kualitas diri. Kodam IX/Udayana akan senantiasa mendukung penuh setiap proses pembinaan generasi pertahanan yang tangguh dan berintegritas,”ujar Kolonel Inf Widi Rahman.
Rangkaian kunjungan kerja tersebut ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui acara makan bersama antara Menhan RI, Pangdam IX/Udayana, para pejabat tinggi pertahanan, dan keluarga besar Universitas Pertahanan Ben Mboi. Momen ini mencerminkan soliditas dan kedekatan antara pimpinan tertinggi pertahanan negara dengan para calon pemimpin masa depan bangsa,”tandasnya.
(Orik / 002)






