Home / Berita TNI / Operasi Keselamatan Rinjani 2026 Dimulai, Polres Lombok Timur Kerahkan Personel Gabungan TNI dan POLRI

Operasi Keselamatan Rinjani 2026 Dimulai, Polres Lombok Timur Kerahkan Personel Gabungan TNI dan POLRI

LCN – Lombok Timur – NTB, Polres Lombok Timur melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Rinjani 2026 bertempat di Lapangan Apel Polres Lombok Timur. Apel dipimpin langsung oleh Wakapolres Lombok Timur, Kompol Sidik Pria Mursita, S.H. Senin (02/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur TNI-Polri serta instansi terkait, di antaranya Pasi Ops Kodim 1615/Lombok Timur Kapten Czi Isa Ansyari, para Kabag, Kasat dan Kasi Polres Lombok Timur, Danki 3 Batalyon B Brimobda NTB AKP I Wayan Putu Susena, S.H., Kadis Perhubungan Lombok Timur Muhammad Safwan, S.E., Kasat Pol PP Lombok Timur Drs. Salmun Rahaman, M.M., serta pasukan gabungan dari Kodim 1615/Lotim, Sat Brimob Polda NTB, Samapta Polres Lotim, Satlantas Polres Lotim, Satreskrim/Intelkam Polres Lotim, Dishub Lotim dan Pol PP Lotim.

Dalam amanatnya, pimpinan apel menyampaikan permasalahan lalu lintas saat ini berkembang sangat cepat dan dinamis seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan pertumbuhan penduduk, serta kemajuan teknologi transportasi berbasis digital. Kondisi tersebut menuntut Polri, khususnya Polantas, untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja guna mengantisipasi berbagai dampak modernisasi transportasi, sejalan dengan program Presisi Kapolri (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ditegaskan tujuan utama yang ingin dicapai, yakni terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), peningkatan kualitas keselamatan serta penurunan fatalitas korban kecelakaan. Pembangunan budaya tertib berlalu lintas, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Keempat hal tersebut membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, tidak dapat ditangani oleh Polantas semata.

Data kecelakaan lalu lintas diwilayah hukum Polda NTB pada tahun 2025 tercatat sebanyak 2.392 kejadian, dengan korban meninggal dunia 350 orang, luka berat 328 orang, dan luka ringan 2.972 orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 230 kejadian atau 11 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 2.162 kejadian. Sementara itu, jumlah pelanggaran lalu lintas pada tahun 2025 tercatat 92.014 pelanggaran, mengalami penurunan sebesar 22 persen dibandingkan tahun 2024.

Dalam rangka cipta kondisi Kamseltibcarlantas menjelang Idul Fitri 1447 H, Polri melaksanakan Operasi Keselamatan Rinjani 2026 secara serentak diseluruh Indonesia selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Diwilayah Polda NTB, operasi ini melibatkan 902 personel, terdiri dari 110 personel Polda NTB dan 792 personel Polres jajaran.

Operasi Keselamatan Rinjani 2026 merupakan operasi Harkamtibmas yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif guna meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polantas. Sasaran operasi meliputi berbagai potensi gangguan yang dapat menyebabkan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas, seperti tidak menggunakan helm, kendaraan over dimensi dan over load (ODOL), pengemudi dibawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, berkendara dibawah pengaruh alkohol, menggunakan handphone saat berkendara, melebihi batas kecepatan, serta melawan arus.

Melalui operasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga keselamatan pengguna jalan dapat terwujud, sekaligus menciptakan lalu lintas yang aman, tertib dan lancar diwilayah Lombok Timur,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *