LCN – Mataram, – Kabar baik bagi warga Nusa Tenggara Barat! Ditengah fluktuasi ekonomi awal tahun, Satuan Tugas (Satgas) Saber Pangan NTB tancap gas memperkuat benteng pertahanan pangan. Lewat Rakorda yang digelar di Mapolda NTB, Jumat (06/02/2026), mereka menyatukan kekuatan untuk memastikan tidak ada oknum yang berani “bermain” dengan harga dan mutu bahan pokok.
Bukan sekadar rapat biasa, pertemuan ini menjadi sinyal peringatan bagi para spekulan sekaligus napas lega bagi konsumen. Bukan Asal Tangkap, Tapi Mengedukasi
Ada yang berbeda dalam strategi tahun ini. Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol FX Endriadi, melalui Kasubdit I Indagsi Kompol Moh. Nasrulloh, menegaskan Satgas akan mengedepankan prinsip Ultimum Remedium.
”Kami tidak langsung main tangkap. Pendekatan humanis dan persuasif adalah prioritas. Kami edukasi dulu, kami beri peringatan. Namun, jika masih nakal, hukum akan menjadi langkah terakhir yang sangat tegas,”ujar Kompol Nasrulloh dengan mantap.
Salah satu poin krusial yang dibahas, yakni sinkronisasi data. Tidak boleh ada lagi beda data harga antara pasar di Bima, Lombok Timur, hingga Mataram. Dengan melibatkan jajaran Bulog, Dinas Perdagangan, hingga para petugas pencatat harga (enumerator), Satgas membangun sistem pelaporan yang anti-manipulasi.
“Data harus akurat. Laporan dari daerah akan diverifikasi ketat ditingkat Polda sebelum naik ke Pusat. Kita ingin kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi perut rakyat dilapangan,”tambahnya.
Dengan pengawasan yang super ketat ini, Satgas Saber Pangan NTB menargetkan tiga hal utama bagi masyarakat, yaitu
Harga beras, minyak goreng dan cabai tetap terkendali sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi). Mutu bahan pokok diawasi ketat agar tidak ada barang rusak atau ilegal yang beredar. Distribusi dari gudang Bulog ke pasar dipastikan tanpa hambatan birokrasi.
Melalui sinergi lintas instansi ini NTB, diharapkan menjadi provinsi yang paling tangguh dalam menjaga kedaulatan pangan ditahun 2026. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan panic buying, karena Satgas sudah bersiaga 24 jam menjaga stabilitas pasar,”tandasnya.
(Orik / 002)








