LCN – Mataram, – Aspal jalanan didepan Polresta Mataram Polda NTB, yang biasanya kaku dengan hiruk-pikuk lalu lintas, mendadak berubah menjadi panggung kehangatan, Senin sore (02/03/2026). Di balik seragam dinas dan balutan merah muda seragam Bhayangkari, terpancar semangat berbagi yang melampaui tugas rutin kepolisian.
Langkah ini bukan aksi tunggal. Satuan Narkoba Polresta Mataram menggandeng Sat Tahti, Bagren, hingga SPKT untuk turun ke jalan. Tidak sendirian, ibu-ibu Bhayangkari pun turut mempermanis suasana dengan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengendara yang mengejar waktu berbuka.
Kasat Narkoba Polresta Mataram Polda NTB, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, menegaskan bahwa ada pesan yang lebih dalam dari sekadar bungkusan makanan.
“Kami tidak hanya ingin hadir sebagai penegak hukum, tapi sebagai bagian dari keluarga masyarakat Mataram. Pembagian takjil ini adalah jembatan emosional. Dibulan yang suci ini, kita ingin ego sektoral luruh dan berganti dengan kepedulian,”ungkapnya dengan lugas.
Jika biasanya polisi identik dengan razia atau pengamanan, sore itu warga justru menemukan sosok “sahabat” ditengah kemacetan. Ratusan paket takjil yang ludes dalam sekejap sebagai bukti betapa antusiasnya warga menyambut uluran tangan dari Korps Bhayangkara tersebut.
Tiga Poin Utama di Balik Aksi Ini, yakni
Humanisme di Jalan raya, mengubah wajah kepolisian menjadi lebih humanis dan dekat dengan warga. Menghargai kekhusyukan umat Muslim yang tengah berpuasa melalui aksi nyata. Menunjukkan kekompakan antar satuan di Polresta Mataram Polda NTB, dalam misi sosial.
Sorot mata syukur dan ucapan terima kasih yang tulus dari para ojek online, sopir angkot, hingga masyarakat umum menjadi “upah” yang jauh lebih berharga bagi para personel yang bertugas sore itu. Mataram sore itu bukan hanya soal pulang ke rumah, tapi soal berbagi berkah disepanjang jalan,”ujarnya.
(Orik / 002)








