LCN – Lombok Timur – NTB, Babinsa Desa Toya menghadiri kegiatan kunjungan Menteri Kehutanan Republik Indonesia dalam rangka penyerahan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial yang dilaksanakan di Taman Wisata Otak Aik Loang Gali, Dusun Montor Sugia Lauk, Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pengelolaan hutan secara berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Program Perhutanan Sosial diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Dandim 1615/Lombok Timur, Kapolres Lombok Timur, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Kepala Balai KSDA NTB, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Kepala Balai Pengelolaan DAS Dodokan Moyosari, Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah IX, Kepala Balai Perhutanan Sosial Denpasar, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kepala Balai Penegakan Hukum Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Camat Aikmel, Camat Lenek, Danramil 1615-11/Aikmel, Kapolsek Aikmel, KPH Rinjani Timur, Kepala Desa Toya, Kepala Desa Lenek Ramban Biak serta para ketua kelompok perhutanan sosial dan kelompok wisata alam.
Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial, penyerahan SK Perhutanan Sosial kepada kelompok masyarakat, arahan dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia, serta diakhiri dengan doa dan penutup.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna mendukung program pemerintah serta mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan,”tandasnya.
(Orik / 002)








