LCN – Mataram, – Dikpora NTB, berkolaborasi dengan Ikatan Fungsional Pranata Humas (Iprahumas) NTB, menggelar seminar sehari PenguatanKapasitas , Kepemimpinan dan Transformasi Pemuda NTB di Era Digitalisasi”, Selasa (12/5/2026) di Aula Handayani Dikpora NTB. Sebanyak 70 peserta dari pelajar setingka SLTA/SMK dan mahasiswa se NTB ambil bagian dalam kegiatan perdana yang diinisiasi oleh kedua institusi tersebut.
Seminar ini menghadirkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB Brigjen Pol Marzuki yang mensosialisaikan dan mengedukasi pemuda akan bahaya laten Narkoba bagi generasi muda. Ketua Iparahumas NTB H Suhirman Adita, M.Pd dengan materi kepemimpinan pemuda dan komitmen membangun generasi muda dan pemuda NTB yang tangguh dan adaptif diera digital dan Narasumber dari Bakesbangpoldagri Prov NTB.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd mengungkapkan, gambaran pemuda hari ini adalah gambaran pemuda masa depan penerus pembangunan bangsa. Ia mengungkapkan hal itu saat pernyataan Mantan Kadis Dikpora NTB dipimpin Swignyo tigapuluh tahun lalu yang ia sepakat ungkapan seperti itgu relevan hingga saat ini dan untuk masa yamng akan dating.
“Saya lihat pemuda hari ini adalah gambaran masa depan bangsa Indonesia, NTB dan masyarakat kita. Saya senang sekali dan optimis pemuda yang menggambarkan kecerahan saat ini adalah figur generasi muda harapan bangsa. Tentu untuk bisa mewujudkan pencerhan masa depan bangsa ini tentu harus diiringi melaksanakan berbagai macam ihtiar dan instrument pendorong. Inilah kepemimpinan transformasional yang bisa dijadikan pedoman untuk bisa menjadi seorang pemimpin bangsa ke depan.
Menyinggung tentang kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan di era digital dikatakannya, terdapat satu konsep dimana pemimpim itu sesungguhnya hanya satu kuncinya yakni bagaimana bisa memperngaruhi yang dipimpinnya. Ilmu untuk itu tergantung bagaimana kesiapan sumberdaya manusia yang ada pada diri seorang pemimpin.
“Pemuda sebagai calon pemimpin masa depan haruslah menjadi figur yang bisa ditiru dan digugu baik perilaku, karakter dan tindakan yang ada pada dirinya. Kemampuan yang ada pada diri kita bisa menjadi contoh figure kerpada personal maupun organisasi yang kita pimpin. Karena itu belajar dan terus belajar adalah sesuatu yang tak bisa ditawar oleh pemuda,”ungkapnya saat membuka kegiatan ini.
Karena itu kepada para pemuda tambah Syamsul Hadi, jika ingin menjadi pemimpin yang transformasional sedari awal harus mengasah diri, selanjutnya bagaimana membangun komunikasi. Karena menjadi calon pemimpin masa depan syaratnya adalah bagaimana memiliki kemampuan untuk membangun komunikasi.
Meski dermikian ia mengingatkan, dalam membangun komunikasi dengan public hauslah dilakukan terencana terlebih dahulu. Pasalnya komunikasi yang tak terencana akan menemukan kegagalan dalam berkomunikasi.
Ia juga menyoroti untuk menjadi seorang pemimpin, janganlah menjadikan orang atau organisasi yang kita pimpin menjadi saingan atau lawan kita yang seperti ini dinilai kurang sehat. Pendekatan persuasif menjadi hal pertama yang harus dilakukan lakukan. Yang m,ana komunikasi yang dibangu tidak merendahkan orang lain apalagi membuat orang lain tersinggung. Tapi sebaliknya komunikasi yang dibangun dengan orang lain adalah memberikan inspirasi melalui pendekatan persuasif dalam membangun komunikasi.
Berikutnya hal yang relevan dilaklukan oleh seorang pemimpin adalah sikap demokratis untuk serllau menjadi pendengar yang baik, dengan menuntaskan terlebih dahulu penjelasan yang disampaikan. Sehingga hal-hal baik dan solusi terbaik bisa kita lakukan dalam kom unikasi lanjutan.
Merujuk pada beberapa riset kata Syamsul Hadi, untuk menjadi pemimpin itu ada beberapa hal yang perlu harus menjadi perhatian.ntaranya kemampuan seseorang dalam membangun jejaring. Artinya tak bisa berjalan sendiri dalam membangun komunitas. Oleh karena itu jejaring baik personal, Lembaga, komunitas itu juga menjadi bagian tak terpisahkan.
“Selanjutnya kemampuan kita berinovasi. In gat kita tetap menghargai apa yang ditinggalkan pemimpin sebelumnya. Kita meneruskan apa yg sudah baik, namun juga kita berusaha melakukan upaya-upaya inovasi. Inovasiasi menjadi sesuatu yang dibutuhkan karena tantangan-tantangan kitadi setiap waktu penuh dinamika. Karenaitulah inovasi dalam kepem impinan itu menjadi bagian yang harus kita lakukan,”tukasnya.
Dikatakan, kepemimpinan dan berkomunikasi juga tidak terlepas dari kemampuan dalam menguasai teknologi yang salah satunya adalah digitilsasi. Tanpa menguasai tekonologi akan ketinggalan, karena diera digital ini apa yang baru har ini, besok sudah tidak baru lagi. “Dengan teknologi kita bisa bersosialisasi menghadaptasikan diri dengan dinamika itu salah satunya kita tak gagap teknologi,”ujarnya.
Berikutnya kata pejabat yang lama berkecimpung didunia Pendidikan ini menekankan perlunya meningkatkan kapasitas sumberdaya yang secara umum berupa kemampuan Abtraksi dan motivasi. Kemampuan abstraksi menjadi salah satu harapan dan menjadi motivasi yang tinggi. Absraksi adalah personal seseorang yang memiliki komitmen dan cerdas dan sikap seperti ini yang sangat dibutuhkan.
“Karakter itu sendiri terbentuk dari proses yang cukup lama mulai dari usia golden emas seseorang. Oleh karena itulah para pemuda, kalau anda ingin menjadi pemimpin dimasa depan yang berhasil maka tentu harus perhatikan bangun jejaring, berinovasi, menguiasai teknologi dan mengelola Sumber Daya Manusia. Sehingga apa yang dicita-citakan. Insya Alloh apa yang dicita-citakan sebagai pemuda sukses dimasa datang bisa anda raih. Dan para pemuda bisa menjadi harapan bangsa yang akan membangun dan memajukan daerah sdan bangsa ini ke depannya,”tutup Kadis Dikpora NTB ini.
(Orik / 002)








