Home / Daerah / Di Tengah Efisiensi Anggaran, Desa Jeruk Manis Bikin Decak Kagum: Gelar Festival Tanpa APBD!

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Desa Jeruk Manis Bikin Decak Kagum: Gelar Festival Tanpa APBD!

LCN – Lombok Timur, – NTB, Disaat banyak Desa kelimpungan akibat efisiensi dana Desa tahun 2026 yang sebagian besar terfokus untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Desa Jeruk Manis justru membuktikan kelasnya. Secara mengejutkan, Desa yang terletak diujung selatan kaki Gunung Rinjani ini sukses membuktikan kemandiriannya dengan menggelar Jeruk Manis Festival IV tanpa bergantung pada bantuan dana APBD Pemkab Lombok Timur.

Apresiasi tinggi pun meluncur langsung dari Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, saat membuka secara resmi festival tersebut mewakili Bupati di Lapangan Desa Jeruk Manis, Senin (11/08/2026).

“Tidak banyak Desa yang secara mandiri mau menyelenggarakan acara sebesar ini. Kita tahu ditahun 2026 dana Desa difokuskan untuk Koperasi Desa Merah Putih, sehingga yang turun ke Desa sangat terbatas.

Tapi Jeruk Manis terbukti punya mentalitas mandiri yang luar biasa, “puji Sekda dihadapan warga.

Bukan sekadar perayaan rutin jelang Hari Kemerdekaan, festival yang berlangsung pada 11–17 Agustus ini menjadi panggung kekuatan adat warisan leluhur. Salah satu yang paling menyedot perhatian, yakni konsistensi masyarakat memegang teguh Adat Kayu Jejeneng, ritual adat sakral yang biasa digelar sebelum begawe.

Menurut Sekda, nilai-nilai lokal seperti Kayu Jejeneng inilah yang membentengi masyarakat Jeruk Manis dalam merawat keseimbangan alam. Sebagai garda terdepan dikaki Rinjani, kelestarian hutan yang dijaga warga Jeruk Manis memberi dampak vital bagi ketersediaan air dan daya dukung lingkungan seluruh Lombok Timur.

“Dilombok ini tidak ada benturan antara agama dan adat. Semuanya menyatu harmonis. Nilai-nilai inilah yang membuat masyarakat Jeruk Manis begitu menyatu dengan alam, “tambahnya.

Melihat potensi dan komitmen kuat masyarakat, Pemkab Lombok Timur menyiapkan sinyal positif bagi pengembangan pariwisata lokal. Pemerintah berencana menggelontorkan program penerangan jalan di 8.000 titik pada tahun 2027 mendatang, dengan prioritas utama kawasan Desa wisata seperti Jeruk Manis.

Langkah ini diharapkan kian mendongkrak kenyamanan wisatawan sekaligus perekonomian warga.

Sementara itu, Kepala Desa Jeruk Manis, Nasipudin, menyampaikan rasa bangganya atas gotong royong seluruh warga dan dukungan berbagai pihak. Mengusung tema “Bersatu dalam Adat, Bersama dalam Kemerdekaan”, festival tahunan ini juga diramaikan dengan pameran hasil bumi, bazar produk unggulan UMKM lokal, hingga deretan perlombaan rakyat yang meriah,”ujarnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *