LCN – Lombok Barat – Suasana khidmat menyelimuti Lapas Kelas IIA Lombok Barat saat pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu pagi (27/05/2026). Sebanyak 1.747 warga binaan Muslim dari total 1.883 penghuni Lapas mengikuti ibadah bersama petugas dalam suasana tertib dan penuh kekeluargaan.
Sejak pagi, lapangan dalam Lapas dipenuhi warga binaan yang mengenakan pakaian muslim. Pelaksanaan sholat berlangsung lancar dengan Imam sekaligus Khatib dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kuripan, Ust. Gafurudin.
Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat keikhlasan selama menjalani pembinaan.
“Keikhlasan adalah kunci perubahan diri. Setiap manusia punya kesempatan untuk menjadi lebih baik, termasuk saudara-saudara kita yang sedang menjalani pembinaan didalam Lapas,”ujarnya.
Menurutnya, makna Idul Adha tidak hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang pengorbanan, pengendalian diri, dan keberanian meninggalkan kesalahan masa lalu demi kehidupan yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, mengatakan kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan, khususnya dalam membangun mental dan spiritual.
“Idul Adha mengajarkan tentang pengorbanan, keikhlasan, dan harapan. Kami berharap momentum ini menjadi penguat mental dan spiritual agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, “katanya.
(Orik / 002)







