Home / Daerah / Pertemukan Semangat Olahraga dengan Kekayaan Budaya, Pemprov NTB bersama Pemda Loteng Gelar Ritual Betabeq

Pertemukan Semangat Olahraga dengan Kekayaan Budaya, Pemprov NTB bersama Pemda Loteng Gelar Ritual Betabeq

LCN – Lombok Tengah – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB), bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dan masyarakat adat Sasak menggelar ritual Betabeq di Desa Ende, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu (30/05/2026). Ritual adat Betabeq dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan budaya sekaligus doa kelancaran untuk pelaksanaan Pocari Sweat Run Lombok 2026 yang akan berlangsung pada 11-12 Juli 2026 mendatang.

Kegiatan Betabeq tahun ini menjadi pelaksanaan kedua sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat adat di Kabupaten Lombok Tengah, khususnya di Kecamatan Pujut. Selain itu, kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Pemprov NTB agar setiap event berskala besar di NTB tetap melibatkan masyarakat lokal, menghormati nilai budaya, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, menyampaikan bahwa ritual Betabeq menjadi simbol kekuatan budaya dan keramahan masyarakat NTB dalam menyambut tamu dari berbagai daerah.

“Kita tidak hanya berkumpul menyambut sebuah event olahraga besar, tetapi juga mempertemukan semangat olahraga dengan kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat NTB dalam bentuk ritual Betabeq malam ini,”ujarnya.

Menurutnya, tradisi Betabeq dalam budaya Sasak mengandung nilai penghormatan, penerimaan, persaudaraan, dan doa keselamatan bagi para tamu yang datang ke NTB.

“Kita ingin mengatakan selamat datang di NTB. Datanglah sebagai tamu dan pulanglah sebagai keluarga,”katanya.

Sekda Abul Chair menegaskan bahwa kekuatan NTB, tidak hanya terletak pada keindahan alam dan event internasional, tetapi juga pada keramahan masyarakat dan budaya luhur yang terus dijaga.

“Kalau lari menguatkan fisik, maka budaya menguatkan jiwa. Dan ketika keduanya bertemu, lahirlah persaudaraan yang akan dikenang sepanjang masa,”tuturnya.

Dirinya juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mempersiapkan event tersebut, termasuk tim Pocari Sweat.

“Pocari Sweat Run tidak hanya menggerakkan gaya hidup sehat, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat, UMKM, pariwisata, perhotelan, transportasi, dan berbagai sektor lainnya,”tambahnya.

Marketing Director Pocari Sweat, Puspita Winawati, mengapresiasi inisiasi Pemprov NTB yang menghadirkan ritual Betabeq sebagai ruang silaturahmi dan penguatan kolaborasi dengan masyarakat lokal.

“Tahun 2026 merupakan tahun kedua penyelenggaraan Pocari Sweat Run di Lombok setelah sukses dilaksanakan pada 2025. Tahun lalu partisipan mencapai 8.400 pelari dan sekitar 70 persen berasal dari luar Lombok, “ungkapnya.

Menurutnya, para peserta datang bersama keluarga dan kerabat, menginap, berwisata, menikmati kuliner, hingga berbelanja produk UMKM lokal sehingga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.

“Tahun ini kami menargetkan 10.000 runners akan berpartisipasi dalam event kami. Karena itu, kami memohon dukungan dan sambutan hangat dari seluruh masyarakat,”katanya.

Sekda Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung event nasional yang berdampak positif bagi ekonomi masyarakat.

“Kita sepakat bahwa Pocari Sweat Run 2026 harus didukung lebih baik dari tahun sebelumnya karena manfaat ekonominya sangat luar biasa,”tegasnya.

Dirinya juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur, khususnya penerangan jalan umum (PJU), demi kenyamanan dan keselamatan peserta lomba, terutama kategori full marathon dan half marathon yang dimulai sejak dini hari.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga akan melibatkan siswa-siswi SD dan SMP sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menyukseskan event tersebut.

Sementara itu, pelaksanaan Pocari Sweat Run 2025 di kawasan Kuta Mandalika sebelumnya juga mendapat sambutan positif dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, relawan, hingga pelaku UMKM.

Staff Desa Kuta, Sahdan, mengatakan bahwa pemerintah desa selalu mendukung berbagai event nasional maupun internasional yang berlangsung di wilayahnya selama tetap memperhatikan budaya lokal dan manfaat bagi masyarakat.

“Event Pocari Sweat Run menyesuaikan budaya Lombok Tengah serta memberikan dampak positif, terutama bagi sektor ekonomi dan akomodasi masyarakat,”ujarnya.

Pelaku UMKM lokal juga merasakan langsung dampak ekonomi dari hadirnya ribuan peserta dan tamu yang menginap selama acara berlangsung. Salah satu pelaku UMKM, Lalu Indra, menyebut event tersebut mampu meningkatkan omzet penjualan masyarakat secara signifikan.

“Kegiatan ini meningkatkan omzet penjualan karena para peserta menginap lebih dari sehari di Kuta. Bukan hanya pelaku usaha besar, tetapi UMKM rumahan juga merasakan manfaatnya secara langsung,”katanya.

Dukungan serupa datang dari para relawan yang sebelumnya terlibat dalam penyelenggaraan Pocari Sweat Run tahun lalu. Salah satu volunteer, Hari, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan tersebut dan berharap kembali dilibatkan tahun ini.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, relawan, dan pelaku usaha lokal, Pocari Sweat Run Lombok 2026 diharapkan tidak hanya sukses sebagai event olahraga nasional, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya, pariwisata, serta penguatan ekonomi masyarakat Lombok Tengah,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *