LCN – Lombok Timur, – NTB, Kabupaten Lombok Timur dibawah kepemimpinan Bupati H. Haerul Warisin kian menunjukkan taji dikancah nasional dan internasional.
Tidak tanggung-tanggung, Lombok Timur sukses menembus posisi ke-8 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil memperjuangkan bantuan fantastis senilai Rp 150 miliar dari Bank Dunia (World Bank) untuk pengolahan sampah.
Keberhasilan besar ini diungkapkan langsung oleh Bupati H. Haerul Warisin dihadapan tokoh agama dan masyarakat saat menghadiri acara Silaturahim dan Tasyakuran Penamatan Siswa-Siswi TK Nurul Iman Otak Kebon Tengah, Desa Beriri Jarak, Kecamatan Wanasaba, Senin (22/06/2026).
Masalah sampah yang selama ini menjadi tantangan menahun di Lombok Timur dipastikan akan segera menemui titik terang. Suntikan dana Rp 150 miliar dari Bank Dunia ini menjadi bukti nyata diplomasi pembangunan Pemkab Lombok Timur diakui secara global.”Ini salah satu capaian penting kita.
Sampah masih menjadi tantangan besar dan bantuan dari Bank Dunia ini akan menjadi lompatan besar bagi masa depan lingkungan di Lombok Timur,”tegas Bupati dengan optimis.
Tak hanya gebrakan disektor lingkungan, wajah ibu kota kabupaten juga dipastikan berubah total dalam waktu dekat. Bertepatan dengan momentum sakral menyambut Tahun Baru Islam, Pemda Lombok Timur resmi menetapkan desain final pembangunan Gedung Serbaguna senilai Rp 32 miliar.
Proyek megah ini tidak berdiri sendiri. Pengerjaan fisik gedung serbaguna tersebut nantinya akan terintegrasi langsung dengan penataan total Taman Rinjani.
“Desain gambarnya sudah ketok palu. Bulan depan (Juli), pengerjaan fisik gedung dan penataan Taman Rinjani dipastikan mulai berjalan, “ungkap Bupati Haerul Warisin, disambut antusiasme warga yang hadir.
Dibalik masifnya pembangunan fisik, Bupati Haerul Warisin menegaskan fondasi spiritual tetap menjadi ruh utama pergerakan Lombok Timur.
Pemkab Lombok Timur berkomitmen penuh untuk menggeser paradigma masyarakat agar lebih membudayakan perayaan 1 Muharram sebagai tahun baru yang sesungguhnya bagi umat Muslim, ketimbang 1 Januari.
Bupati tidak menampik penyelenggaraan Festival Muharram di Lombok Timur memakan anggaran yang tidak sedikit. Namun, ia menilai hal itu sebagai investasi spiritual bagi daerah yang dikenal sebagai ‘Gumi Seribu Masjid’ ini.
“Lombok Timur ini diberkahi dengan jumlah masjid terbanyak, arsitektur yang indah, dan bimbingan para Tuan Guru. Anggaran yang keluar untuk Festival Muharram sebagai cara kita menjemput berkah Allah SWT.
Terbukti, ditengah berbagai tantangan pembangunan, daerah kita selalu diberikan jalan keluar yang tak disangka-sangka,”urainya puitis.
Melalui momentum transisi menuju tahun baru 1448 Hijriah ini, Bupati berharap spirit religiusitas mampu mengiringi lompatan-lompatan besar Lombok Timur ke arah yang jauh lebih baik dan berkah.
Acara yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan aksi humanis Bupati Haerul Warisin yang menyematkan langsung tanda kelulusan secara simbolis kepada perwakilan anak-anak TK Nurul Iman,”pungkasnya.
(Orik / 002)








