LCN – Pekat, – NTB, Kekhawatiran masyarakat Desa Serinomo, Kecamatan Pekat, semakin meningkat akibat maraknya aktivitas penebangan liar di kawasan Hutan Tambora. Warga menilai aktivitas tersebut dapat merusak kelestarian hutan, mengancam sumber mata pencaharian, serta berpotensi menimbulkan bencana lingkungan apabila tidak segera ditangani, jumat 03/06/2026.
Berangkat dari kepedulian terhadap kelestarian hutan, masyarakat memberikan informasi kepada aparat mengenai adanya ratusan balok kayu yang diduga merupakan hasil penebangan liar. Tumpukan kayu tersebut disembunyikan dibelakang area kebun tebu untuk menghindari pantauan petugas.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim intelijen Brigif TP 31/PS bersama anggota Provost dan Babinsa Desa Serinomo segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud. Setelah melakukan pengecekan di lapangan, petugas menemukan ratusan balok kayu tanpa pemilik yang tersusun dibeberapa titik dalam kawasan tersebut.
Selanjutnya, hasil temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Kepala Resort Pekat BKPH Wilayah VI RT 53 Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu sebagai pihak yang berwenang menangani pengamanan kawasan hutan. Seluruh barang bukti kemudian diserah terimakan kepada pihak Resort Pekat BKPH Wilayah VI RTK 53 untuk diamankan dan diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Perwakilan tim gabungan Batih Intel Sertu Supardi menyampaikan sinergi antara TNI, aparat kewilayahan, petugas kehutanan dan masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian Hutan Tambora RT 53 dari berbagai bentuk perusakan hutan.
“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah memberikan informasi. Berkat kerja sama tersebut, temuan ini dapat segera ditindaklanjuti. Kami berharap masyarakat terus berperan aktif melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pembalakan liar maupun pelanggaran lainnya dikawasan hutan.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum bersama instansi kehutanan dapat meningkatkan patroli dan pengawasan dikawasan Hutan Tambora guna mencegah terulangnya praktik penebangan liar.
Warga juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang merusak kelestarian hutan.
Sinergi antara masyarakat, TNI dan pihak kehutanan diharapkan mampu menjaga kelestarian Hutan Tambora sebagai aset alam yang memiliki nilai ekologis, ekonomi dan sosial bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,”tandasnya.
(Orik / 002)








