LCN – Lombok Timur, – NTB, Komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam menggenjot kesejahteraan warga kembali ditegaskan. Menjelang puncak peringatan Hari Jadi Lombok Timur ke-131, Penjabat. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan seluruh lini pelayanan publik, mulai dari akses kesehatan gratis hingga perbaikan infrastruktur jalan, harus dieksekusi secara maksimal tanpa kompromi.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri peringatan Maulid Nabi SAW di Yayasan Yadinu Masbagik, Rabu (26/08/2026). Dihadapan ribuan jamaah, jajaran pengurus yayasan, serta ratusan santri, Bupati memaparkan berbagai terobosan strategis daerah yang berdampak langsung pada hajat hidup warga.
“Pemerintah adalah pelayan masyarakat. Karena itu, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus maksimal!,”ujar H. Haerul Warisin penuh penekanan.
Salah satu sorotan utama dalam pemaparannya, yakni lompatan dramatis pada sektor kesehatan. Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Lombok Timur menggelontorkan dana sebesar Rp143 miliar untuk membiayai kepesertaan BPJS Kesehatan warga yang menunggak, tergolong tidak mampu.
Angka ini melonjak tajam dibandingkan alokasi tahun 2025 yang berada diangka Rp 98 miliar.
Tidak hanya kesehatan dasar, aspek jaminan sosial ketenagakerjaan bagi kelompok masyarakat rentan juga terus dipacu melalui sinergi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Timur.
Skema pendayagunaan zakat, infak dan sedekah (ZIS) dioptimalkan guna menanggung kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi warga yang berhak menerima sesuai ketentuan asnaf.
Disektor fisik, Pemkab Lombok Timur menetapkan target ambisius untuk menuntaskan perbaikan seluruh ruas jalan rusak secara bertahap hingga tahun 2030.
Langkah percepatan ini dinilai krusial mengingat posisi strategis Lombok Timur sebagai salah satu lumbung penyangga pangan utama di Nusa Tenggara Barat.
“Jalan sangat penting karena Lombok Timur merupakan salah satu kabupaten penyangga pangan. Infrastruktur menjadi dasar yang sangat penting untuk membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi,”tegasnya.
Momentum pelayanan maksimal ini sejalan dengan persiapan Peringatan Hari Jadi Lombok Timur ke-131 yang jatuh pada 31 Agustus 2026 mendatang. Penetapan usia tersebut merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2013 serta pembentukan wilayah pemerintahan masa Hindia Belanda melalui Staatblad Nomor 181 Tahun 1895.
Rangkaian perayaan HUT tahun ini dirancang menyentuh seluruh lapisan warga, mulai dari gelaran Pengajian Akbar bersama Tuan Guru Bajang (TGB), Pesta Rakyat, hingga Bazar UMKM untuk menggerakkan roda ekonomi lokal.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan Yadinu, H. Ansorullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Saat ini Yayasan Yadinu mengelola 11 lembaga pendidikan yang tersebar di Masbagik, Pringgasela dan Wanasaba dengan total 1.532 santri serta 190 tenaga pengajar.
Acara tersebut diakhiri dengan suasana haru saat penyerahan santunan secara simbolis kepada 73 anak yatim dan piatu,”tutupnya.
(Orik / 002)







