LCN – Lombok Timur,— NTB, Mimbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Kamis (03/09/2026), tidak sekadar diisi syiar keagamaan.
Dihadapan ratusan tokoh agama dan warga yang memadati Masjid Al-Muttaqin, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memanfaatkan momentum tersebut untuk melempar deretan komitmen politik dan proyek strategis senilai puluhan miliar rupiah.
Poin paling menyedot perhatian publik adalah manuver tegas Pemkab Lombok Timur yang melibatkan jajaran TNI dan Polri untuk “turun gunung” memukul mundur permainan tengkulak dan spekulan pasar.
Langkah tak biasa diambil Pemkab Lombok Timur untuk melindungi isi dompet para petani. Saat panen raya tiba, harga komoditas kerap anjlok akibat ulah pengusaha nakal. Bupati menegaskan, kepolisian kini diterjunkan khusus mengawal stabilitas harga jagung, sementara personel TNI dikerahkan mengamankan harga gabah ditingkat petani.
“Jangan sampai ketika panen raya, hasil melimpah tapi tidak ada harganya. Tidak boleh ada tengkulak nakal yang merusak harga,”tegas Haerul Warisin dihadapan jamaah.
Disisi lain, menanggapi keluhan menahun warga Sikur terkait infrastruktur yang rusak, Bupati mematok tenggat waktu penanganan. Jalan koridor utama dan kawasan Tetebatu dipastikan masuk prioritas pengerjaan pada anggaran tahun 2027 guna menyokong rantai pasok ketahanan pangan daerah.
Tidak hanya urusan perut dan jalan raya, Bupati juga membeberkan gambaran besar transformasi tata kota dan jaminan sosial daerah.
Rencana pengucoran anggaran Rp 30 miliar untuk pembangunan gedung serbaguna/MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) sebagai pusat kegiatan ekonomi dan event skala regional.
Lombok Timur Terang,.Eksekusi PJU (Penerangan Jalan Umum) massal di 8.000 titik lokasi untuk memangkas angka kriminalitas dan kecelakaan.
Solusi Sampah Bank Dunia, Penguatan tata kelola sampah wilayah melalui sokongan pendanaan Local Service Delivery Program (LSDP) Bank Dunia.
Perisai Sosial Guru Ngaji, Pembiayaan penuh kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi marbut dan guru ngaji, disamping penjaminan BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu.
Menutup arahannya, Bupati mengingatkan jajaran ASN, posisi mereka, yakni pelayan rakyat, bukan pejabat yang minta dilayani. Seluruh jajaran dituntut bergerak cepat memuluskan eksekusi program demi menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Lombok Timur,”tandasnya.
(Orik / 002)







