Home / Daerah / Bukan Akhir, Ini Awal Perubahan: WBP Lapas Brebes Didorong Miliki Mentalitas Rajawali

Bukan Akhir, Ini Awal Perubahan: WBP Lapas Brebes Didorong Miliki Mentalitas Rajawali

LCN – Brebes – Kesempatan untuk berubah selalu terbuka bagi setiap orang. Pesan tersebut menjadi semangat dalam pelaksanaan Seminar Motivasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes, Jumat (04/09/2026).

Mengusung tema “Mentalitas Rajawali”, kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Yayasan Sinar Kemuliaan Tegal dan Lentera Anak Bangsa Cerdas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan kepribadian, khususnya dalam membangun pola pikir positif, ketangguhan mental, serta motivasi WBP untuk menata kehidupan yang lebih baik.

Seminar motivasi ini diikuti oleh 25 WBP. Turut hadir Kepala Lapas Kelas IIB Brebes Mudo Mulyanto, jajaran pejabat manajerial, serta lima perwakilan Yayasan Sinar Kemuliaan Tegal dan Lentera Anak Bangsa Cerdas sebagai pemateri dan pendamping kegiatan.

Saat membuka kegiatan, Kalapas Mudo Mulyanto menekankan bahwa masa menjalani pembinaan harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan perubahan. Menurutnya, setiap WBP memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kami menyadari bahwa keberhasilan pembinaan Warga Binaan tidak hanya ditentukan oleh pembinaan fisik maupun keterampilan, tetapi juga sangat bergantung pada kekuatan mental, pembentukan kepribadian, dan tumbuhnya motivasi untuk berubah. Karena itu, kami terus mendorong agar setiap Warga Binaan memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan memiliki masa depan yang lebih positif setelah kembali ke masyarakat,”ujar Mudo Mulyanto.

Mudo juga mengajak para WBP untuk memiliki keberanian dalam menghadapi proses perubahan. Menurutnya, perubahan tidak dapat terjadi secara instan, melainkan membutuhkan kemauan, konsistensi dan keyakinan dari dalam diri.

Tema “Mentalitas Rajawali” kemudian dikupas melalui penyampaian materi motivasi yang interaktif. Para peserta diajak melihat kembali perjalanan hidup, mengenali potensi diri, serta membangun keyakinan, kesalahan dimasa lalu tidak harus menjadi penghalang untuk meraih masa depan.

Pemateri mengajak WBP untuk tidak terjebak pada penyesalan, melainkan menjadikan pengalaman sebagai bahan pembelajaran untuk tumbuh dan berkembang.

“Menatap masa depan memang tidak selalu mudah. Mungkin ada saatnya kita merasa pernah melakukan kesalahan dan khawatir tidak diterima kembali oleh masyarakat. Tetapi jangan jadikan kekhawatiran itu sebagai alasan untuk berhenti melangkah. Tunjukkan bahwa kita sudah berubah, terus perbaiki diri dan buktikan melalui sikap serta perbuatan bahwa kita mampu menjadi pribadi yang lebih baik, “ungkap pemateri.

Sesi motivasi berlangsung penuh antusias. Para WBP mengikuti materi, berdiskusi, dan melakukan refleksi diri. Suasana tersebut menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya menjadi proses menjalani masa pidana, tetapi juga ruang untuk membangun kembali harapan dan kepercayaan diri.

Pelaksanaan seminar ini sejalan dengan semangat Sistem Pemasyarakatan yang menempatkan peningkatan kualitas kepribadian dan kemandirian WBP sebagai bagian penting dari proses pembinaan dan persiapan reintegrasi sosial.

Bagi Lapas Brebes, penguatan mental dan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembinaan. WBP tidak hanya diarahkan untuk mengikuti berbagai kegiatan selama berada di Lapas, tetapi juga dipersiapkan agar mampu kembali menjalani kehidupan secara positif, bertanggung jawab, dan produktif ditengah masyarakat.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *