LCN – Lombok Timur, – NTB, Nada bicara Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisi, mendadak meninggi di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (09/09/2026). Dihadapan ratusan ahli gizi yang baru saja dilantik, Bupati melempar ‘sentilan’ keras agar pengurus baru tidak sekadar gagah membawa nama organisasi, tetapi tumpul saat melayani rakyat.
“Jangan hanya kita merasa hebat didalam organisasi, tetapi tidak hebat dalam melayani masyarakat. Keliling! Berikan edukasi dan pendidikan tentang makanan beragam!” cetus Haerul Warisi saat melantik jajaran DPC Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Lombok Timur periode 2026–2031.
Didepan 200 tenaga gizi puskesmas, rumah sakit, serta pengurus DPD Persagi NTB, Bupati menegaskan bahwa persoalan gizi dan kesehatan masyarakat adalah urusan krusial yang berhubungan langsung dengan kecerdasan otak generasi mendatang.
“Teman-teman kesehatan harus bekerja cepat, bekerja keras, dan cepat melayani masyarakat. Tidak bisa nanti dulu!,”tegasnya.
Tiga poin krusial yang ditekankan Bupati Lombok Timur dalam pelantikan tersebut meliputi:
Hancurkan Mitos Makanan Mahal. Makanan bergizi tidak identik dengan harga tinggi. Ahli gizi wajib mengedukasi warga agar paham jenis dan sumber pangan bergizi yang sebenarnya melimpah dibumi Patuh Karya.
Sinergi Tiga Pilar Pangan: Mewujudkan ketahanan gizi lewat kolaborasi erat antara Pemerintah (regulator), Persagi (edukator) dan Petani (penyedia bahan pangan lokal).
Sasaran Tanpa Sekat: Pendampingan gizi tidak boleh terbatas pada ibu hamil dan balita, melainkan menyasar seluruh tingkatan masyarakat agar derajat kesehatan daerah meningkat drastis.
Langkah cepat dan gebrakan Persagi Lombok Timur periode 2026–2031 kini ditunggu publik untuk membuktikan keahlian mereka benar-benar dirasakan diposyandu, puskesmas, hingga pelosok Desa,”pungkasnya.
(Orik / 002)







