Home / Daerah / Ditengah Badai Efisiensi, Lombok Timur Malah “Jor-joran” Demi Juara Umum MTQ XXXI NTB

Ditengah Badai Efisiensi, Lombok Timur Malah “Jor-joran” Demi Juara Umum MTQ XXXI NTB

LCN – Lombok Timur, – NTB, Isu miring soal pemotongan anggaran diberbagai lini pemerintahan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendadak sirna jika bicara soal marwah Al-Qur’an. Bumi Patuh Karya justru melakukan manuver mengejutkan, Melawan arus efisiensi demi memuluskan ambisi merebut takhta juara diperhelatan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB, Tahun 2026!.

Sinyal perang urat saraf (psywar) kepada daerah lawan ini diledakkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H. Muhammad Juaini Taofik. Dihadapan para kafilah saat menutup resmi agenda Training Centre (TC) di Tete Batu, Senin (25/05/2026), Sekda blak-blakan membuka dapur strategi Lombok Timur yang membuat kompetitor wajib ketar-ketir.

Ada tiga alasan logis mengapa persiapan Lombok Timur kali ini tidak hanya menarik, tapi cenderung “mengerikan” bagi daerah lain.Saat daerah lain mungkin masih sibuk seleksi administratif, 53 kafilah terbaik Lombok Timur sudah “disiksa” lahir batin. Pasca-MTQ kabupaten di Aikmel, LPTQ Lombok Timur langsung tancap gas menggelar TC Mandiri berbasis daring (TC Mobile) selama tiga bulan penuh tanpa jeda.

Tak cukup sampai disitu, mental mereka kemudian ditempa lagi lewat evaluasi luring di Keruak, sebelum akhirnya dikarantina total disejuknya Tete Batu. Ketua Harian LPTQ Lombok Timur, Ustad Sumayadi, bahkan berani menggaransi bahwa grafik performa para qari, hafiz, hingga kelompok KTIQ saat ini sedang meledak-ledak dititik tertinggi.

Ini plot twist paling menarik. Disaat kas daerah sedang diperketat, Pemda Lotim justru mengambil langkah berani dengan menaikkan alokasi anggaran khusus kafilah.

Langkah “jor-joran” ini bukan tanpa alasan. Sekda Juaini Taofik dengan mata berbinar langsung melempar garansi yang membakar ego bertanding para peserta.

“Komitmen Pemda sangat jelas dan tidak abu-abu, bonus terbaik sudah menanti dimeja bagi siapapun yang membawa pulang medali emas!”

Lombok Timur, yakni daerah dengan populasi terbesar di NTB, sekaligus dikenal sebagai “eksportir” talenta Qur’ani. Fakta pahit banyak qari-qariah asli Lombok Timur yang kerap dicomot dan membela daerah lain, justru dijadikan Sekda sebagai bahan bakar motivasi.

Namun, Sekda juga memberi tamparan keras agar 53 duta Lotim ini tidak besar kepala sebelum bertanding.

“Hebat diatas kertas saat latihan itu tidak berguna di panggung utama. Jika mental kalian lembek dan tidak konsisten, lupakan babak final!,”tegas Sekda tanpa tedeng aling-aling.

Visi besar pemerintahan SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius dan Transparan) kini resmi dipertaruhkan dipundak generasi Qurani ini.

Dipersenjatai modal persiapan super matang, sokongan dana segar yang berani, serta iming-iming bonus yang bikin ngiler, Kafilah Lombok Timur mengirim pesan jelas ke seluruh penjuru NTB: Kami datang bukan untuk jadi penggembira, kami datang untuk menjemput piala juara umum!,”tandasnya.

 

(Orik / 002

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *