Home / Hukrim / Grebek Homestay Tengah Malam, Sat Polairud Polres Lotim Amankan 6 WNA Lintas Negara!

Grebek Homestay Tengah Malam, Sat Polairud Polres Lotim Amankan 6 WNA Lintas Negara!

LCN – Lombok Timur, – Satuan Polairud Polres Lombok Timur Polda NTB, berhasil membongkar dugaan sindikat pelanggaran keimigrasian dalam sebuah operasi senyap yang berlangsung hingga dini hari, Senin (12/01/2026).

Tidak tanggung-tanggung, enam warga negara asing (WNA) dari tiga negara berbeda berhasil diamankan dari dua lokasi berbeda.

​​Drama penangkapan dimulai, Minggu malam (11/01/2026), sekitar pukul 22.00 WITA. Personil Sat Polairud yang dipimpin langsung oleh KBO Sat Polairud awalnya mengamankan dua orang laki – laki asal Pakistan, (FUR) umur (41) tahun dan (AZ) umur (38) tahun. Meski satu diantaranya memiliki izin tinggal, rekan lainnya kedapatan sama sekali tidak mengantongi dokumen resmi.

​Tak berhenti disitu, petugas melakukan pengembangan kilat. Tepat pada tengah malam, saat suasana wilayah Ekas, Kecamatan Jerowaru mulai sepi, tim merangsek ke salah satu penginapan, Twins Homestay.

​​Dilokasi kedua ini, petugas mengejutkan empat WNA yang sedang menginap. Hasil pemeriksaan identitas ditempat menunjukkan temuan yang mengejutkan: mayoritas dari mereka tidak mampu menunjukkan paspor.

​Keempat WNA tersebut berasal dari latar belakang negara yang beragam, yakni ​(IAY) umur (42) tahun asal Kenya.
(​SM) umur (23) tahun asal Eritrea (Afrika Timur). (​RB) umur (29) tahun dan (MAK) umur (20) tahun asal Pakistan.

​Kapolres Lombok Timur Polda NTB, AKBP I Komang Sarjana, S.I.K., melalui Kasat Polairud IPTU Okta mengonfirmasi seluruh WNA tersebut kini telah digelandang ke Mako Polres Lombok Timur.

Lebih lanjut, Kasat Polairud Polres Lombok Timur, IPTU Okta mengungkapkan,​”Kami bergerak cepat berdasarkan informasi dilapangan. Saat ini, keenamnya sedang menjalani interogasi intensif untuk mendalami motif keberadaan mereka diwilayah hukum kami, terutama bagi mereka yang tidak memiliki dokumen sama sekali,”ujar Okta.

​Kasus ini menjadi sorotan tajam mengingat letak geografis Lombok Timur yang memiliki banyak pintu masuk laut, yang rawan dimanfaatkan untuk jalur masuk ilegal, tindak pidana keimigrasian lainnya,”tandasnya.

 

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *