LCN – Mataram, – Kapolresta Mataram Polda NTB, Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., MH., mengeluarkan instruksi keras sekaligus humanis kepada seluruh jajarannya. Dalam apel pagi yang digelar di Lapangan Polresta Mataram, Senin (11/05/2026), ia menegaskan personel Polri tidak boleh lagi sekadar jadi “penonton” dilingkungan rumahnya, melainkan harus hadir sebagai “Konsultan Masalah” bagi masyarakat.
Hendro menekankan bahwa seragam cokelat yang dikenakan anggota Polri memikul beban moral yang besar. Ia tidak ingin anggotanya hanya terlihat gagah saat bertugas, namun pasif dilingkungan tempat tinggal.
“Seluruh personel harus mampu menjadi teladan dan konsultan dilingkungan masing-masing. Jika ada masalah ditengah masyarakat, anggota Polri-lah yang harus pertama kali hadir memberikan solusi, bukan justru menjadi bagian dari masalah,”tegas Kombes Hendro dihadapan barisan pejabat utama dan ratusan personel.
Tidak hanya soal performa kerja, Kapolresta juga memberikan peringatan tajam mengenai perilaku pribadi anggota. Ia meminta seluruh personel untuk segera melakukan “bersih-bersih” kebiasaan lama.
“Tinggalkan pola hidup dan kebiasaan yang tidak bermanfaat. Jangan pelihara gaya hidup yang merugikan diri sendiri apalagi menjatuhkan martabat institusi,” imbuhnya.
Alasan dibalik penekanan disiplin ini bukan tanpa sebab. Sebagai jantung ibu kota Provinsi NTB, Polresta Mataram disebutnya sebagai “Etalase”.
“Kita sebagai wajah utama Polda NTB. Apa yang dilakukan personel di Mataram akan menjadi cerminan bagi Polres-Polres lain. Dinamika diibu kota sangat tinggi, maka profesionalisme kita harus selangkah lebih maju,”ujar Hendro dengan nada persuasif namun tegas.
Langkah ini dinilai sebagai strategi rebranding untuk terus memupuk kepercayaan masyarakat yang sempat fluktuatif. Dengan memposisikan polisi sebagai “konsultan” yang humanis dan disiplin, Polresta Mataram optimistis mampu menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif melalui pendekatan dari hati ke hati, bukan sekadar lewat tindakan represif.
(Orik / 002)







