LCN – Lombok Timur – NTB, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, langsung pasang badan menanggapi isu miring yang menyebutkan adanya indikasi penggunaan dana umat untuk kepentingan partai politik. Dengan tegas, Kamli membantah tuduhan tersebut, mengungkap sistem canggih yang membuat praktik “nakal” itu mustahil terjadi.
”Penggunaan uang umat tidak bisa semau gue,” cetus Kamli, Jumat (15/8). Ia menekankan bahwa Baznas adalah “Rumah Amanah” yang pertanggungjawabannya tidak main-main, bukan hanya kepada auditor, tapi juga kepada Allah SWT.
Kamli menjelaskan, sejak kepemimpinannya, Baznas Lotim menerapkan sistem yang sangat ketat. Seluruh uang yang masuk dan keluar dikelola secara digital. “Sekarang semuanya sudah online. Setiap jenis penerimaan maupun penarikan sudah ada akunnya masing-masing, “terangnya, Jumat (15/08/2025).
Akun Khusus Asnaf: Setiap dana dialokasikan ke akun yang berbeda sesuai dengan delapan golongan penerima zakat (asnaf).
Jika ada yang mencoba menarik dana untuk kegiatan diluar delapan asnaf, sistem akan langsung menolak secara otomatis. Ini sekaligus membantah tuduhan penggunaan dana untuk kampanye politik yang nilainya “fantastis”.
Kamli menegaskan bahwa ia tidak pernah melihat uang tunai. Semua transaksi disimpan di bank, dan penarikan harus melalui aplikasi dengan akun yang spesifik. “Mustahil membiayai kegiatan politik dengan nilai yang cukup fantastis. Selama menjadi pengurus Baznas saya mengaku tidak pernah melihat uang kas,”tegasnya.
Kamli mengakui, semangat perubahan harus dipegang teguh oleh seluruh jajaran. Pengelolaan Baznas kini berpedoman pada SOP yang disepakati bersama dan mengusung jargon SMART (Santun, Mapan, Amanah, Responsif dan Transparan).
”Nah itulah semangat kami untuk memperbaiki manajemen lembaga Baznas, agar bantuan ini tepat sasaran,”pungkasnya.
Terkait isu perumahan pegawai, Kamli juga memberikan klarifikasi, “Setiap orang harus patuh pada aturan yang berlaku.” Ia menjelaskan masa bakti amilin dan amilat berakhir sesuai dengan SK yang mereka terima, yaitu saat pimpinan definitif dilantik.
Dengan penjelasan lugas ini, Kepala Baznas Lotim seolah ingin mengirim pesan dibawah kepemimpinannya, tidak ada ruang untuk penyalahgunaan dana umat. Semua sudah tersistem, transparan dan diawasi ketat,”tandasnya.
(Orik / LCN)