LCN – Mataram, – NTB, Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan melalui sinergi antara aparat kewilayahan dan tenaga kesehatan dalam kegiatan Mobile Tes HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) diwilayah Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jum’at (08/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Cilinaya Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-01/Cakranegara, Sertu Jauhari, turut mendampingi tim kesehatan dari Puskesmas Karang Taliwang dan Dinas Kesehatan NTB saat melaksanakan pemeriksaan kesehatan kepada penghuni kos-kosan di Lingkungan Karang Sideman.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh kepedulian itu menyasar penghuni kos milik Bahri (42) dengan jumlah sasaran sebanyak 10 orang, terdiri dari 2 laki-laki dan 8 perempuan. Pemeriksaan dilakukan secara humanis dan tertutup guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang mengikuti tes kesehatan.
Sejak pagi, petugas kesehatan melakukan pendataan identitas menggunakan KTP, dilanjutkan pengambilan sampel darah untuk mendeteksi potensi HIV dan IMS. Tidak hanya pemeriksaan, para penghuni kos juga mendapatkan edukasi kesehatan mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, serta pencegahan penyebaran penyakit menular.
Sertu Jauhari mengatakan bahwa pendampingan tersebut merupakan bentuk kepedulian aparat teritorial dalam mendukung program kesehatan masyarakat sekaligus memberikan rasa aman selama kegiatan berlangsung.
“Kegiatan ini bukan hanya soal pemeriksaan kesehatan, tetapi juga upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitar,”ujarnya.
Selain sosialisasi, petugas kesehatan juga membagikan vitamin suplemen kepada penghuni kos sebagai langkah menjaga daya tahan tubuh. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, seluruh peserta dinyatakan negatif atau nonreaktif.
Suasana kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh keakraban. Kehadiran Babinsa bersama Bhabinkamtibmas serta aparatur kelurahan dinilai mampu menciptakan pendekatan yang lebih humanis sehingga masyarakat tidak merasa takut ataupun canggung mengikuti pemeriksaan.
Melalui kegiatan Mobile Tes HIV dan IMS ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit menular, sekaligus memperkuat budaya hidup sehat dilingkungan masyarakat Kota Mataram,”pungkasnya.
(Orik / 002)








