LCN – Lombok Utara, – Malam puncak penutupan hiburan rakyat “Rona-Rona” di Lapangan Barat Pasar Anyar, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, berubah menjadi lautan manusia, Sabtu malam (30/05/2026).
Mengantisipasi lonjakan massa dan potensi kerawanan, jajaran Tiga Pilar Forkopimcam Bayan langsung ‘turun gunung’ ke titik mati (strong point) demi menjamin keamanan warga.
Pantauan dilokasi, sinergitas ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. Kapolsek Bayan bersama Camat Bayan memimpin langsung personel gabungan dari Koramil Bayan, Polsek, hingga petugas Trantib Kecamatan. Mereka membelah kerumunan, berdiri dibaris depan mengatur lalu lintas yang sempat padat merayap.
Tidak hanya fokus pada pengamanan berlapis, aparat gabungan ini juga menuai pujian lewat aksi-aksi humanis mereka. Ditengah bisingnya suara hiburan rakyat dan hilir mudik kendaraan, para petugas dengan sigap menata kantong parkir, menuntun lansia, serta membantu anak-anak menyeberang jalan.
Langkah preventif ini terbukti ampuh meredam potensi gangguan kamtibmas yang kerap mengintai acara-acara besar dengan perputaran massa yang masif.
Kapolsek Bayan menegaskan bahwa kehadiran penuh unsur Forkopimcam di lapangan adalah bentuk komitmen total pelayanan.
“Sinergitas Tiga Pilar dalam kegiatan strong point ini adalah wujud nyata bahwa kami ada untuk masyarakat. Kami ingin memastikan warga pulang ke rumah dengan senyuman dan rasa aman setelah menikmati hiburan, “tegasnya.
Langkah proaktif dan kompak yang ditunjukkan oleh Polri, TNI, dan Pemerintah Kecamatan ini langsung mendapat acungan jempol dari pengunjung. Warga mengaku merasa jauh lebih nyaman menikmati malam penutupan tanpa rasa was-was akan adanya kemacetan parah maupun aksi kriminalitas jalanan.
Berkat kekompakan tanpa sekat dari Tiga Pilar Bayan, pesta rakyat “Rona-Rona” pun berakhir klimaks dengan sukses, aman dan super kondusif,”pungkasnya.
(Orik / 002)








