LCN – Lombok Timur, — NTB, Langkah nyata mewujudkan hunian layak bagi masyarakat terus dipacu. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menerima kunjungan strategis Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Nusa Tenggara I, Lilik Lastantyo Adiarso, di ruang kerjanya pada Kamis (29/10/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus merancang kawasan permukiman terpadu yang sehat dan modern.
Dari target besar 20.000 unit rumah tidak layak huni yang diusulkan ke pemerintah pusat, sebanyak 2.000 unit, sekitar 10 persen telah resmi mengantongi persetujuan untuk segera dibedah. Tak berhenti di situ, Pemkab Lombok Timur juga tancap gas menyiapkan penataan kawasan terpadu skala besar di lima titik strategis.
5 Lokasi Sasaran Penataan Kawasan Terpadu, yakni Desa Tanjung Luar (Kecamatan Keruak), Klaster Pesisir Perkotaan Timur (Kecamatan Labuhan Haji), Desa Labuhan Lombok (Kecamatan Pringgabaya). Kecamatan Masbagik, Klaster Pesisir Utara/Selatan (Kecamatan Sambelia dan Jerowaru) dan Setiap kawasan dirancang memiliki luas minimal 10 hektar.
Demi memastikan kesiapan penuh, Pemkab Lombok Timur bahkan telah menyiapkan cadangan lahan hingga hampir 40 hektare di tiap lokasi.
Fokus utama dari penataan ini adalah menyulap permukiman warga menjadi lingkungan yang bersih dan sehat, lengkap dengan infrastruktur sanitasi modern serta sistem drainase terpadu.
Bupati Haerul Warisin menginstruksikan Dinas Perkim untuk bergerak cepat menjaga komunikasi intensif dengan pemerintah pusat. Selain mengandalkan APBN dan APBD, skema kolaborasi lintas sektor juga digandeng bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) agar semakin banyak keluarga yang merasakan manfaat tempat tinggal yang layak, aman dan nyaman,”ujarnya.
(Orik / 002)







