LCN – Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Muhamad Iqbal menerima audiensi dari Organisasi Rotary International District 3420 di Ruang Kerja Gubernur NTB, Rabu (27/08/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menyampaikan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB untuk berkolaborasi dengan Rotary International dalam berbagai program, salah satunya yang berfokus pada kesehatan perempuan.
“Terima kasih atas kunjungannya. Saya sudah lama mendengar kiprah Rotary International District 3420 di NTB. Terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan. Kami di NTB siap berkolaborasi,”tutur Miq Iqbal.
Lebih lanjut, Miq Iqbal menjelaskan pentingnya kolaborasi dan orkestrasi dalam membangun daerah. Pemprov NTB saat ini tengah menjalankan Program Desa Berdaya Transformasi yang berfokus pada transformasi 106 desa dengan kategori kemiskinan ekstrem.
“Program ini kami intervensi secara bertahap. Targetnya, dalam empat tahun ke depan Desa-Desa tersebut dapat keluar dari jerat kemiskinan. Intervensi dilakukan secara kolaboratif melalui potensi pemerintah pusat, kabupaten/kota, NGO, CSR perusahaan, dan seluruh pihak yang bisa terlibat, “jelasnya.
Tahun ini, sebanyak 20 desa telah masuk tahap intervensi dengan pemetaan menyeluruh terhadap persoalan sosial dan ekonomi yang menghambat mereka keluar dari kemiskinan. Dari hasil pemetaan tersebut, pemerintah mengidentifikasi potensi lokal yang bisa dikembangkan sebagai pengungkit perekonomian masyarakat.
“Setelah pemetaan selesai, kami menetapkan parameter yang jelas untuk mengukur apakah sebuah desa sudah berhasil bertransformasi. Parameter ini nantinya juga akan menjadi acuan bagi pemerintah pusat, daerah, maupun NGO dalam mendukung program,”tambah Miq Iqbal.
District Governor (DG) Dyah Anggraeni Rotary International District 3420 menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam melaksanakan program-program pelayanan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Beliau sangat memperhatikan dan siap berkolaborasi dengan kami yang ada di Rotary. Kami merasa ini hal yang positif, karena Rotary Indonesia adalah bagian dari Rotary International, sehingga kolaborasi ini akan memberi dampak lebih luas,”ungkap perwakilan Rotary.
Rotary bersama Bhayangkari akan melaksanakan program Serviks Cancer di Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada 30 Agustus mendatang. Program ini menyasar 150 ibu-ibu PKK Bhayangkari dengan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) untuk deteksi dini kanker serviks.
Rotary sebagai organisasi volunteer yang beranggotakan para pengusaha dan profesional berharap dapat memberikan dampak yang lebih luas untuk masyarakat NTB.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat merasakan manfaat dari kehadiran Rotary. Ada 106 desa tertinggal, dan kami berkomitmen untuk memulai program dari satu desa sebagai model, sebelum meluas ke wilayah lain. Semoga ke depan, dampaknya semakin positif bagi masyarakat NTB,”tutup DG Dyah.
(Orik / LCN)