LCN – Lombok Barat, – NTB, Ditengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, langkah nyata terus dilakukan hingga ke tingkat Desa. Hal tersbut terlihat di Dusun Bagek Nunggal Barat, Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, tampak lebih hidup dari biasanya. Diatas lahan seluas 15 are milik seorang petani bernama Suaji, harapan tumbuh bersama deretan sayur sawi yang menghijau siap panen, Selasa (05/05/2026).
Kegiatan monitoring sekaligus pendampingan program ketahanan pangan ini dilaksanakan oleh Binatara Pembina Desa (Babinsa) Peteluan Indah, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada, Sertu Muhasim. Ia hadir bukan sekadar sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai mitra petani yang turut merasakan denyut perjuangan mereka di lapangan.
“Kami ingin memastikan para petani tidak berjalan sendiri. Pendampingan ini adalah bentuk nyata kepedulian TNI terhadap ketahanan pangan masyarakat,”ujar Sertu Muhasim disela kegiatan.
Program ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Peteluan Indah, Iin Qurro, bersama perwakilan PUPT Kecamatan Lingsar, Ibu Atik. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bersama lintas sektor.
Kelompok Tani Mekar Sari I sebagai pelaksana dilapangan menunjukkan semangat tinggi dalam mengelola lahan. Dengan pendampingan yang tepat, tanaman sawi yang ditanam tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga simbol kemandirian pangan masyarakat Desa.
Bagi Suaji, pemilik lahan, perhatian seperti ini menjadi suntikan motivasi. “Kami merasa diperhatikan. Harapannya, hasil panen nanti bisa lebih baik dan berkelanjutan,”ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Lebih dari sekadar monitoring, ini adalah cerita tentang kolaborasi, harapan dan langkah kecil yang berdampak besar bagi masa depan pangan Indonesia,”pungkasnya.
(Orik / 002)








