LCN – Lombok Timur, — NTB, Akses jalan rusak tak lagi punya tempat untuk bersembunyi di Lombok Timur. Sebuah aksi tak terduga diperlihatkan oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, saat melintas dijalur Lenek Lauk menuju Labuhan Haji.
Melihat lubang menganga berukuran besar dengan sebatang bambu mencuat ditengah jalan kawasan Lenek Baru menuju Korleko, Bupati tanpa ragu seketika menghentikan kendaraan dan turun langsung ke lokasi.
Tanpa menunda waktu, ponsel ditangannya langsung terhubung ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Nada bicaranya tegas, tanpa kompromi.
“Pak Kadis, cepat tanggap dan cepat penanganannya!”tegas Haerul Warisin memberi instruksi langsung dari pinggir jalan.
Aksi “gercep” (gerak cepat) sang Bupati bukanlah sekadar pencitraan sesaat. Bagi Haerul Warisin, jalan berlubang adalah ancaman langsung bagi keselamatan warga dan roda perekonomian daerah.
Menurutnya, infrastruktur jalan yang mulus adalah kunci utama memicu lompatan ekonomi masyarakat. Akses jalan yang lancar secara otomatis mempercepat, Pelayanan Kesehatan. Ambulans dan warga bisa sampai difaskes lebih cepat tanpa hambatan.
Akses Pendidikan: Anak-anak sekolah dapat bepergian dengan aman dan nyaman. Wisatawan makin mudah menjangkau destinasi unggulan Lombok Timur.
Komitmen Mega Proyek, 165 Km Jalan Mulus Pertaruhan 2025–2027
Sikap responsif Bupati dilapangan berbanding lurus dengan ambisi besar Pemerintah Daerah Lombok Timur. Saat ini, Pemda tengah memacu percepatan pembangunan jalan multi-years (tahun jamak) yang telah bergulir sejak akhir 2025 lalu.
Tak tanggung-tanggung, program raksasa ini membidik target ambisius hingga tahun 2027. Total Panjang: 165 Kilometer dan Total Ruas 59 Ruas Jalan (terdiri dari 49 jalan kabupaten dan 10-11 ruas strategis pendukung lainnya).
Langkah sigap diruas Lenek Baru, Korleko ini menjadi bukti nyata bahwa Pemda Lombok Timur tak hanya mengandalkan proyek jangka panjang, tetapi juga bertindak kilat atas keluhan nyata didepan mata,”tandasnya.
(Orik / 002)







