Home / Daerah / Tak Pakai Jarum Suntik, Aksi Sunatan Massal Modern GOW Lotim Diserbu Warga hingga Over Kuota!

Tak Pakai Jarum Suntik, Aksi Sunatan Massal Modern GOW Lotim Diserbu Warga hingga Over Kuota!

LCN – Lombok Timur, – NTB, Sebuah terobosan dalam aksi sosial berhasil menyedot perhatian besar masyarakat Lombok Timur. Kegiatan khitanan massal yang diinisiasi oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lombok Timur di Pendopo Wakil Bupati, Kamis (16/07/2026), panen pujian setelah menerapkan metode medis modern tanpa jarum suntik.

Tak heran, antusiasme warga meledak. Hanya dalam waktu 4 hari sejak pamflet digital disebar,kuota langsung jebol dan mencatat 53 anak sebagai peserta.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, yang hadir langsung memantau jalannya kegiatan, mengaku bangga atas kuatnya sinergi lintas sektor yang tercipta. Ia pun blak-blakan meminta agar aksi sosial menyentuh rakyat ini tidak berhenti disini.

“Ini luar biasa. Saya berharap kegiatan sosial ini dapat dikemas menjadi agenda tahunan. Momentumnya bisa kita selaraskan dengan Hari Anak Nasional, bulan-bulan Hijriah yang penuh berkah,”ujar Wabup Edwin.

Ada alasan kuat mengapa program GOW kali ini sangat diminati. Berbeda dengan sunatan massal konvensional yang kerap diwarnai isak tangis ketakutan, khitanan kali ini menggunakan teknologi modern. Proses pembiusan sama sekali tidak menggunakan jarum suntik, sehingga mampu meminimalisasi rasa takut dan trauma pada anak.

Prosesnya pun berjalan super cepat. Dengan mengerahkan tim medis yang membuka 10 meja tindakan secara paralel, setiap anak hanya butuh waktu 10 hingga 15 menit diruang tindakan.

Ketua GOW Lombok Timur, Hj. Sri Mahyu Wardani Edwin, mengaku sempat pesimis diawal perencanaan. Namun, respons nyata dilapangan justru membalikkan semua keraguan.

“Awalnya kami mengira kuota baru akan terpenuhi dalam tiga minggu. Tapi luar biasa, hanya dalam 4 hari sejak pamflet disebar, kuota langsung terpenuhi. Lonjakan pendaftar ini sebagai amanah dan bentuk kepercayaan berharga dari masyarakat kepada GOW,”ungkap Hj. Sri Mahyu penuh haru.

GOW memastikan seluruh anak pulang dengan senyum lebar setelah mendapatkan bingkisan khusus sebagai bentuk apresiasi atas keberanian mereka.

Selain itu, panitia menerapkan standar penanganan pascatindakan yang ketat. Seluruh peserta dibekali obat-obatan oral serta panduan tertulis bagi orang tua untuk perawatan luka dirumah. Tim medis juga menyediakan saluran komunikasi siaga (hotline) untuk mengantisipasi keluhan darurat.

Disisi lain, Wabup Edwin juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan arahan strategis. Ia mendorong GOW membangun kolaborasi yang lebih dalam dengan BPJS Kesehatan guna mengawal program pemberdayaan dana santunan pemerintah agar tepat sasaran bagi masyarakat.

Kepada para petugas medis, orang nomor dua di Lombok Timur ini berpesan agar tetap mengedepankan pelayanan yang hangat. “Petugas wajib menyapa dan memperkenalkan diri dengan baik kepada orang tua anak-anak peserta khitan agar komunikasi cair,”tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung semarak dan tertib ini turut dihadiri oleh jajaran OPD terkait, perwakilan BPJS Kesehatan, Baznas, Direktur Rumah Sakit Swasta mitra pelaksana (RS Namira dan LMC), serta para Kepala Puskesmas.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *