Bukan Sentimen Politik! Bupati Haerul Warisin Bongkar Alasan Geser 5 Kepala Dinas di Lombok Timur
Lombok Timur,— Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, melakukan perombakan besar-besaran di jajaran Kabinet Jarian Tinggi Pratama (JPT) dan Administrator. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung di Lobi Kantor Bupati Rabu (10/06/2026) ini langsung memicu perhatian publik terkait dinamika internal birokrasi daerah.
Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, Bupati Haerul secara blak-blakan menepis adanya unsur politik atau sentimen personal di balik mutasi kali ini. Ia menegaskan bahwa rotasi ini murni dilakukan sebagai strategi penyegaran demi memacu akselerasi kemajuan Lombok Timur.
“Semua eselon dua yang saya rotasi ini orang baik, orang yang sudah berhasil, termasuk Ibu Camat Pringgabaya. Jadi, jangan pernah ada pikiran dipindah karena faktor politik. Ndak ada itu, sudah buyar itu!”tegas Haerul dihadapan para pejabat yang dilantik.
Bupati mengajak seluruh jajarannya untuk membuang ego sektoral dan fokus pada kerja kolektif yang agresif. “Pemikiran saya adalah bagaimana supaya Lombok Timur ini diduduki oleh Bapak-Ibu sekalian dengan kita bekerja bersama, bekerja semangat,”imbuhnya.
Dalam pelantikan tersebut, Bupati Haerul memberikan “rapor merah” terselubung sekaligus target konkret bagi sejumlah kepala dinas baru yang harus segera dituntaskan dalam waktu singkat, yaitu
Awan Hitam Stunting (Kadis DP3AKB) Muksin, SKM., M.M., yang digeser menjadi Kepala DP3AKB langsung dibebani tugas berat.
Bupati menyoroti angka stunting di Lombok Timur yang dinilai masih tinggi. “Kerja-kerja keluarga berencana ini harus terbangkitkan kembali. Dan siapa yang harus melakukan ini? Pak Muksin,”cetus Bupati.
H. Hasni, S.E., M.Ak., yang kini menakhodai Bapenda, ditargetkan minimal harus mampu mempertahankan performa impresif dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pejabat sebelumnya.
Terinspirasi dari kesuksesan Kecamatan Pringgabaya, Bupati memerintahkan seluruh Camat di Lombok Timur untuk menghidupkan program Car Free Day dan Car Free Night guna mendongkrak ekonomi sektor UMKM secara merata.
Bupati Haerul juga memberikan sinyal posisi para pejabat saat ini masih jauh dari kata aman. Manajemen Pemkab Lombok Timur memastikan akan memberlakukan sistem evaluasi berkala yang ketat.
Jika dalam waktu enam bulan ke depan performa pejabat baru tidak menunjukkan progres signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kebersihan wilayah, khususnya Kota Selong, maka gelombang mutasi susulan dipastikan akan kembali bergulir,”tandasnya.
(Orik / 002)








