LCN – Lombok Timur, – NTB, Sebuah langkah besar diambil Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dipenghujung tahun 2025. Dibawah kepemimpinan Bupati H. Haerul Warisin, Pemkab resmi meluncurkan mega proyek percepatan konektivitas wilayah melalui skema anggaran tahun jamak (multi-years) senilai Rp250 Miliar.
Bukan sekadar perbaikan biasa, proyek ini menyasar 59 ruas jalan dengan total panjang 165 kilometer yang akan tuntas pada tahun 2027.
“Jalan Adalah Harga Mati”
Dalam peluncuran yang berlangsung di Kecamatan Terara, Bupati Haerul Warisin memberikan pernyataan tegas yang mencuri perhatian. Beliau menekankan bahwa akses jalan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan yang tidak bisa ditawar.
”Apapun alasannya, pembangunan jalan tidak boleh tidak dilaksanakan. Ini sebagai kunci utama pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga kita,”tegas Bupati Haerul.
Bupati juga secara khusus mengapresiasi warga Terara. Menurutnya, kepatuhan warga dalam membayar pajak adalah “bahan bakar” utama yang memungkinkan pembangunan besar-besaran ini terwujud.
Kualitas Setara Jalan Nasional
Salah satu yang menjadi sorotan, yakni ruas Terara–Santong. Menghabiskan dana Rp14 Miliar, jalan ini tidak hanya akan diaspal ulang, tapi diperkuat dengan fondasi hotmix hingga ke bahu jalan. Teknik ini menjamin jalan lebih awet dan tahan lama meski diguyur hujan atau dilalui kendaraan berat,”jelasnya.
Kepala Dinas PUPR, Achmad Dewanto Hadi, mengungkapkan bahwa mesin-mesin berat akan mulai menderu di lapangan pada pertengahan Januari 2026. Saat ini, para vendor pemenang tender sudah mulai memobilisasi personel dan peralatan mereka,”paparnya.
Acara ini tidak hanya bicara soal aspal dan beton. Sisi humanis muncul saat Pemkab bersama Baznas, KNPI dan FKDM menyerahkan donasi kemanusiaan sebesar Rp 350,8 juta bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ini menunjukkan ditengah ambisi membangun infrastruktur, kesejahteraan sosial tetap menjadi prioritas yang berjalan beriringan,”tandasnya.
(Orik / 002)






