LCN – Lombok Timur,– NTB, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur kini memasuki babak baru. Tidak ingin lagi kecolongan soal keamanan pangan, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur resmi mengumumkan langkah radikal: Membuka ruang komplain langsung bagi wali murid. Dalam Rapat Evaluasi besar-besaran digedung DPRD, Senin (19/01/2026).
Sekda Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menegaskan mulai pertengahan 2026, akan dibentuk Bidang Monitoring independen.
Selama ini, kontrol program MBG berada ditangan birokrasi. Namun, berkaca dari dinamika lapangan setahun terakhir, Pemda ingin wali murid menjadi “mata dan telinga” utama.
”Kami akan buka wadah agar keluhan dan saran wali murid sampai secara cepat. Masalah di daerah harus selesai didaerah, tidak perlu menunggu instruksi pusat,”tegas Sekda.
Rapat ini juga menjadi ajang “buka-bukaan” terkait insiden pangan di Kembangsari yang sempat viral. Ada dua temuan mengejutkan,
Faktor Edukasi, ditemukan kasus siswa membawa pulang susu kedelai yang seharusnya segera diminum, sehingga susu tersebut rusak/basi saat dikonsumsi dirumah.
”Ketua MBG Lombok Timur, Agamawan, mengungkap adanya oknum mitra penyedia yang memesan susu mendekati masa kadaluarsa. Pemda berkomitmen memperketat seleksi mitra dan tidak akan segan memutus kerja sama dengan penyedia nakal yang membahayakan kesehatan siswa.
Target 2026, Lebih Luas dan Lebih akurat meski target pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah melampaui angka (213 unit dari target 159), tantangan berat masih membentang. Tahun ini, validasi data menjadi kunci karena penerima manfaat akan diperluas mencakup,
Ibu Hamil, Menyusui,Balita, Penjaga Sekolah.
Sekda mendorong setiap sekolah untuk menjadikan momen makan sebagai bagian dari edukasi. Guru diminta memimpin langsung prosesi makan bersama untuk memastikan makanan segar segera dikonsumsi dan tidak disimpan terlalu lama,”pungkasnya.
Bagi masyarakat yang menemukan kendala distribusi atau kualitas makanan disekolah, dapat berkoordinasi dengan Satgas MBG melalui Protokol Setda Lombok Timur,”ujarnya.
(Orik / 002)






