Home / Berita POLRI / PMII Mataram Datangi Sat Reskrim Bukan Untuk Demo, Tapi Beri Rapor Hijau atas Sapu Bersih Kejahatan 3C

PMII Mataram Datangi Sat Reskrim Bukan Untuk Demo, Tapi Beri Rapor Hijau atas Sapu Bersih Kejahatan 3C

LCN – Mataram, – Pemandangan tak biasa terjadi di Markas Polresta Mataram. Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mataram yang dikenal kritis, justru mendatangi Sat Reskrim Polresta Mataram Polda NTB, dengan membawa piagam penghargaan.

​Bukan tanpa alasan, aksi “jemput bola” para mahasiswa ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas performa impresif jajaran Sat Reskrim yang berhasil menyapu bersih kasus 3C (Curat, Curas dan Curanmor) hanya dalam waktu singkat: 2 Minggu saja!

14 Hari yang Menentukan
​Penyerahan penghargaan yang berlangsung, Jumat (23/01/2026) ini menjadi bukti kinerja kepolisian dibawah komando Kasat Reskrim, Polresta Mataram Polda NTB, AKP I Made Dharma YP, benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat, termasuk kaum intelektual.

Dalam dua pekan terakhir, Sat Reskrim Polresta Mataram Polda NTB, bergerak taktis mengungkap rentetan kasus kejahatan jalanan yang selama ini menghantui warga Kota Mataram.

​Menerima langsung penghargaan tersebut, AKP I Made Dharma YP mengaku terkejut sekaligus bangga. Baginya, dukungan dari mahasiswa sebagai bentuk public trust yang menjadi modal utama dalam penegakan hukum.

“Penghargaan ini sebagai suntikan semangat. Ini membuktikan kerja keras anggota dilapangan tidak sia-sia. Kami tidak akan berhenti di sini; responsivitas dan keadilan bagi masyarakat tetap menjadi harga mati,”tegas AKP I Made Dharma dengan nada optimis.

Kunjungan ini tak sekadar seremonial. Dialog antara PMII dan Sat Reskrim melahirkan kesepahaman baru, keamanan Mataram swbagai tanggung jawab kolektif. Dukungan moral dari mahasiswa ini diharapkan menjadi tren positif agar masyarakat tak ragu melapor dan mendukung kepolisian.

Dengan pengungkapan kasus yang masif dalam waktu singkat, Polresta Mataram mengirimkan pesan jelas kepada para pelaku kriminal, tidak ada ruang bagi kejahatan 3C diibu kota NTB,”tandasnya.

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *