LCN – Lombok Tengah, – Disaat kekhawatiran masyarakat akan lonjakan harga pangan mulai mencuat, Tim Satuan Tugas (Satgas) Saber Pangan Provinsi NTB, melakukan langkah konkret. Tak tanggung-tanggung, pengawasan dilakukan langsung “dipintu masuk” utama, yakni Gudang Kargo Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Minggu (02/03/2026).
Sebanyak 1,18 ton (1.180 kg) cabai rawit segar yang baru mendarat dari Sulawesi Selatan dikawal ketat. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan; Satgas ingin memastikan tidak ada ruang bagi spekulan untuk “memainkan” harga ditengah jalan.
Stiker Harga di Tiap Lapak
Satu hal yang membedakan operasi kali ini dengan pengawasan biasa adalah penerapan Stiker Harga Resmi. Satgas tidak hanya mengawal distribusi dari bandara ke pasar, tetapi juga memastikan konsumen tahu harga yang sebenarnya.
”Kami ingin memastikan rantai distribusi berjalan transparan. Di setiap lapak pedagang nantinya akan ditempelkan stiker harga sesuai ketentuan Forum Distribusi Pangan (FDP),”tegas Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB, Kompol Moh. Nasrulloh, S.I.K., MM.
Berdasarkan data lapangan yang dihimpun tim terpadu, berikut adalah skema harga yang dijaga agar tetap sehat. Harga Beli (Asal Sulsel) Rp58.000 per kilogram.
Harga Eceran Tertinggi (Konsumen): Dipatok pada kisaran Rp63.000 hingga Rp73.000 per kilogram. Distribusi ini menyasar titik-titik vital di Lombok Tengah, mulai dari Pasar Renteng, Jelojok, Kopang, Barabali, Stiling, Karang Sidemen, hingga Pasar Lantan.
Operasi ini merupakan bukti nyata kolaborasi “keroyokan” demi rakyat. Terlihat hadir dilokasi mulai dari Direktur PKP Bapanas RI, Kepala BI Perwakilan NTB, hingga jajaran legislatif dan kepolisian setempat. Semua mata tertuju pada satu tujuan: Menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Direktur Reskrimsus Polda NTB, FX Endriadi, S.I.K., melalui Kompol Nasrulloh, menutup kegiatan dengan pesan yang menyentuh sisi humanis.
“Bismillah, mohon doanya agar kami bisa bekerja maksimal menstabilkan harga Bapokting, khususnya cabai rawit ini, “pungkasnya.
Dengan pengawalan intensif ini, warga NTB kini bisa sedikit bernapas lega. Pasokan terjaga, harga terpantau dan mekanisme pasar dipastikan berjalan jujur.
(Orik / 002)








